White In the Woods

White In the Woods

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 2, 2019
" siapa nama lo ?" Tanya nya. " Luna..Luna Dair " Itulah namanya, nama yang indah seperti wajahnya namun wajah cantik itu tidak bisa menyembunyikan kesedihan yang terlihat di matanya. Masa lalu yang ia alami mungkin adalah salah satunya tapi masa depan yang akan ia hadapi akan membuat kesedihan itu ditemani dengan kebahagian, kemarahan, kekecewaan, simpati dan Kasih sayang . By: KokoroKanna●☆●
All Rights Reserved
#574
supernatural
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lautan tak berujung
  • RAKANA&RAINA
  • REZZA
  • Saga's Favorite
  • Dendam Cinta Tuan Sagara
  • My Only Moon
  • RAIA: The Light of a Broken World
  • Kayla
  • EUNOIA DALAM SUNYA (on Going)
  • IAM BAD MATE [end]

"Rumah tidak harus berbentuk bangunan. Kamu, bisa anggap aku rumah, tempat mu kembali, tempat mu berpulang, dan tempat mu mengadu keluh kesah." -Baskara Evandro Xavier "Peluk luka ku, obati, dan jaga aku." - Lunabelle Vynessa Elwuriana. ..... Bagi Luna, mengenal Baskara merupakan anugerah terindah dalam hidupnya. Baskara datang membawa warna di hidupnya yang suram. Namun, "Luna, CUKUP!" teriak Baskara. Tapi Luna malah ngelirik dia sambil ketawa pelan. Senyum miring. Pandangan gila. "Apa lo takut, Bas? Takut gue lebih deket sama mereka daripada sama lo?" Detik itu juga... Plak. Baskara nampar Luna. Keras. Sampai Luna jatuh terduduk. Reno langsung maju, tapi Baskara udah mundur beberapa langkah. Muka Luna diem. Nggak nangis. Nggak kaget. Dia cuma senyum lagi. Lebih gila. "Lo akhirnya berani juga mukul gue ya..." Baskara gemetar. Tangannya masih ngangkat, tapi sekarang dia liatnya bukan Luna lagi. Yang dia liat cuma bayangan seseorang yang udah hilang. "Gue nggak bisa terus begini," suara Baskara berat. "Gue udah nyoba, Lun. Tapi lo nggak mau ditolong. Lo malah tenggelam. Dan sekarang lo narik gue juga." Luna diem. Baskara mundur, nafasnya berat. "Apa pun yang kita punya... sekarang udah nggak ada." Lantas bisakah keduanya tetap bersama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines