We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Queen Ms. T

My Queen Ms. T

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Semilir angin berhembus menghempas dedaunan rapuh yang kemudian terjatuh. Terik sang mentari menghangatkan tubuh sosok malaikat kecil. Ia terbaring bahagia beralaskan rumput. Dengan senyum dan suara manisnya ia sanggup meluluhkan hati sang raja iblis. Ia bangun dari tidurnya kemudian duduk bersandar di pohon. Pandangannya tertuju pada langit biru, burung-burung berterbangan seraya mengajaknya untuk ikut terbang. "Fuhhhh..... Aku juga ingin terbang seperti kalian" ucap sang malaikat kecil. . . . . .
All Rights Reserved
#164
toxic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pieces of Light
  • Love Till Jannah [END]
  • Satintail
  • Takdir Cinta [END]
  • Tahajjud Cinta [END]
  • DESTINY WITH THE DEVIL II
  • The Next Queen [LENGKAP-REVISI]

Di bawah bayang-bayang pohon besar di taman sekolah, waktu seolah melambat. Hembusan angin pagi yang lembut membawa aroma dedaunan basah, sementara suara langkah-langkah kecil para siswa terdengar samar di kejauhan. Di sana, Aveline duduk di ayunan, dikelilingi keheningan yang ia ciptakan sendiri. Rafael melihatnya dari kejauhan. Gadis itu berbeda. Perkenalan singkatnya di kelas hari sebelumnya-begitu sederhana, begitu tanpa upaya mencuri perhatian-justru membuatnya penasaran. Hari ini, dengan bunga di tangannya dan keberanian yang ia kumpulkan semalaman, Rafael melangkah mendekat. "Kamu mau nggak jadi teman baik aku?" tanyanya, suaranya bergetar sedikit. Aveline menatapnya, lalu menaikkan alis dengan ekspresi yang sulit diterjemahkan. Rafael menggaruk kepalanya, lalu buru-buru menambahkan, "Mmm... atau kalau nggak, karena kamu pintar, boleh nggak ajarin aku pelajaran yang aku nggak bisa?" Setelah jeda singkat, Aveline akhirnya mengangguk kecil. Dalam momen itu, tanpa banyak kata, hubungan mereka pun dimulai-perlahan tapi pasti, seperti cahaya pagi yang menembus dedaunan, membawa kehangatan pada hari yang baru. "Pieces of Light" adalah kisah tentang pertemuan sederhana yang mengubah segalanya, tentang dua jiwa yang saling menemukan arti keberanian, cinta, dan harapan di tengah perjalanan hidup. ------------------ If u don't like it just skip it thanks!!! upload setiap Senin dan Jumat ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines