Puisi Terakhirku

Puisi Terakhirku

  • WpView
    LECTURAS 7
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, mar 30, 2020
PUISI "Jangan jadikan ini akhir dalam hidupku,jadikanlah ini sebagai kenangan terindahku" Tampak Seorang gadis berhijab tengah melewati jalan yang sepi dengan sendirian,adapun tas ransel berwarna biru dibelakang punggungnya. Bukk "Woi! Kalau jalan tu hati-hati"umpatnya Dengan perlahan ia mengangkat dagunya untuk melihat kearah sesosok orang yang telah menubruknya dari arah belakang. "Apa! Lo nyalahin gua, gak sadar apa situ juga salah kali"sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah depan. "Issh...kenapa lo nyalahin gue, harusnya tuh gue yang sewot bukan lo?"tukasnya Flashback on Burung berkicau di pagi hari, sinar menyeruak dari arah jendela kamar. Terlihat seorang gadis tengah bersandar di sudut jendela, dengan menampilkan raut sedih. Pov Aleta: "Takdir tak ada yang tahu hanya sang pencipta yang tahu"💕 《Dalam revisi》
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Di Balik Bayang Asa
  •  ALZERA (On Going)
  • psychologycal
  • Arkan&kiara
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)
  • WHO ?
  • MEZOREN [Tamat]
  • VAGALDARA [TERBIT]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido