Puisi Terakhirku

Puisi Terakhirku

  • WpView
    LECTURAS 7
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, mar 30, 2020
PUISI "Jangan jadikan ini akhir dalam hidupku,jadikanlah ini sebagai kenangan terindahku" Tampak Seorang gadis berhijab tengah melewati jalan yang sepi dengan sendirian,adapun tas ransel berwarna biru dibelakang punggungnya. Bukk "Woi! Kalau jalan tu hati-hati"umpatnya Dengan perlahan ia mengangkat dagunya untuk melihat kearah sesosok orang yang telah menubruknya dari arah belakang. "Apa! Lo nyalahin gua, gak sadar apa situ juga salah kali"sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah depan. "Issh...kenapa lo nyalahin gue, harusnya tuh gue yang sewot bukan lo?"tukasnya Flashback on Burung berkicau di pagi hari, sinar menyeruak dari arah jendela kamar. Terlihat seorang gadis tengah bersandar di sudut jendela, dengan menampilkan raut sedih. Pov Aleta: "Takdir tak ada yang tahu hanya sang pencipta yang tahu"💕 《Dalam revisi》
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Golden Blossoms (End)
  • Arkan&kiara
  • psychologycal
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)
  • ALEYA~~
  • Di Balik Bayang Asa
  • ARKAN |END| Belum Revisi

Bagaimana jadinya jika orang yang selalu melindungimu kembali, sosok yang selalu kau kira sebagai malaikat kecil. Cinta yang terjalin di taman bermain yang terbengkalai. Tapi tidak mengetahui alasan kenapa dia kembali, tidak tahu jika ia kabur dari rasa penyesalan hingga kematian seseorang. Namun bukan itu alasannya, ia hanya kembali untuk melindungi cinta pertama hingga akhir hidupnya. Tanpa orang lain tahu ternyata ia menderita penyakit yang bisa kapan saja merenggut nyawanya. Tetap tersenyum dengan kesedihan itu untuk membahagiakan sang pujaan hati. Seolah permainan rasa, cinta yang pergi itu ternyata semakin menjauh. "Suaramu tetap membisikkan kenyamanan kepadaku, walau dirimu tak ada lagi. Bagaikan pita kaset kusut yang berputar samar di benakku. Kehadiranmu adalah pernyataan bangga bahwa kaulah bentuk pelindung melebihi kekuatan di dunia ini Sekarang betapa sepinya kini tampah dirimu lagi. Walaupun kenangan kecil sungguh berarti hingga aku ingin merasakannya kembali. Jika bunga masih hidup setelah diinjak kuyakin kisah kita masih berlanjut nanti. Kau tetap membuatku mekar dengan sinarmu yang bagaikan emasnya senja. Kaulah malaikat kecilku yang selama ini kuinginkan lagi. Ku harap tuhan masih bijak untuk menakdirkan pertemuan kita" _kim So Hyun

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido