SENJA
  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 2, 2019
Harapan itu kembali tumbuh Mekar bagai bunga mawar Namun bunga itu mekar tanpa air dan matahari Itu artinya hanya aku yang berhalusinasi bahwa bunga itu telah mekar Sama seperti harapanku Tumbuh tanpa sebab Hanya dgn hal kecil yang kau lakukan Aku menganggapnya sebagai hal yang luar biasa Hingga aku kembali berharap Pada hal yang jelas jelas tidak akan terwujud Kenapa hatiku tak mau menerima? Kenapa hatiku terus saja yakin bahwa kau pun memiliki perasaan yg sm sepertiku? Apakah memang benar kau memiliki perasaan yang sama sepertiku? Karena kata hati tidak pernah salah bukan? Aku tersenyum sebentar Mengingat betapa bodohnya diriku Yang terus saja membuat khayalan khayalan yang sudah jelas mustahil untuk kucapai Kau hanya bulan bagiku Yang hanya dapat kukagumi Dalam diam Bukankah semua sudah jelas Seterang bintang dilangit? Secerah matahari disiang hari? Namun aku masih saja menganggapnya seperti senja Yang pasti akan kembali lagi, walau dia telah pergi amat jauh Aku menghela napas sebentar Lalu mengucapkan "Aku Akan Tetap Mencintaimu, Apapun Keadaanya dan Apapun Balasan Darimu:)"
All Rights Reserved
#254
sakti
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • Printemps
  • Memories in Moon
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines