GOODBYE
  • WpView
    Reads 16,793
  • WpVote
    Votes 681
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 13, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Sulit sekali rasanya untuk mengucapkan Selamat Tinggal kepada orang yang kita sayangi. Tapi terkadang ucapan itu adalah salah satu jalan keluar dari semua masalah. Mau tidak mau aku harus mengucapkannya, karena menurutku hanya ada dua pilihan. Pergi dan tak akan kembali atau melihat orang yang kita sayang tersakiti. Dan aku memilih untuk pergi dan tak akan kembali. "Selamat Tingggal." Cerita ini tentang teka-teki, persahabatan, percintaan, keluarga. Kisah dimana seseorang merasa menyendiri seperti bayangan bodoh. *** [Follow dulu sebelum membaca, jangan lupa untuk beri vote dan coment. No plagiat, tolong hargai.]
All Rights Reserved
#142
goodbye
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Empty | 00L NCT Dream
  • ANGKASA
  • Aksara Bercerita
  • Raina (END)
  • Don't Leave Me (TAMAT)
  • CLOSER
  • harapan yang pupus
  • JAM 3 SORE
  • AKSA

Di panti asuhan adalah hal yang bahagia untuk mereka. Byan yang tidak tau keberadaan kedua orang tuanya dan hanya di nafkahi oleh kakek dan neneknya yang sedang mengurus perusahaan di luar kota bahkan luar negeri, Arlen yang jarang bisa merasakan kehangatannya sebuah keluarga dan hanya bisa merasakannya saat runtuh atau berhasil, Galih yang merupakan anak dari ibu dan bapak dari panti asuhan dan merupakan anak tunggal, dan yang terakhir adalah Juna yang tidak tau arti kehangatan keluarga sebenarnya itu apa. Punya banyak teman, punya adik-adik asuh, juga bertemu dengan banyak orang tua yang terpaksa menitipkan anaknya ke panti untuk urusan di luar kota bahkan ada yang sampai di luar negara. Bagi Byan, bertemu dengan teman-temannya adalah keberkahan sesungguhnya. Kalau ada yang mau merawatnya pun, dia tak butuh. yang di butuhkan adalah tiga sahabat nya. Mereka sudah saling bergantung satu sama lain. Bahkan kalau bisa, Byan menyerahkan hidupnya demi kebahagiaan sahabatnya. "Sahabat gue harus tau rasanya kebahagiaan." -Byan "Kita itu satu. Kita tetap kita. Empat tetap empat. Ga kurang, ga lebih." -Arlen "Yang gue butuh itu kalian. Gue butuhnya kalian. Selain kalian, ga ada lagi!" -Galih "Dari kecil bareng, sedih bareng, main bareng, nangis pun bareng. Makan aja kadang bareng. Kalau mati? gue sendiri aja. Lo semua bahagia aja dulu, ya?" -Juna [100% FICTION] [Friendship] [Harsh words]

More details
WpActionLinkContent Guidelines