GORESAN.LUKA

GORESAN.LUKA

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 16, 2020
Kau janjikan kata-kata yang seharusnya tak pernah ada. Namun kau Bangkitkan kata-kata menyakitkan dari mulutmu, Pengkhianat. Keluar dengan sengaja, menancap tepat dipelupuk hatiku yang tengah mekar indah kebahagiaan.. Gadis kecil itu pun hanya mampu menahan sendu. Tertawa sembilu, membalut lembut perilakumu. Namun mengubur dalam, Rindu. Entah apa maksud tujuanmu, dengan sengaja kau tanam namamu tanpa sepengetahuanku. Kini kau rampas paksa dari sebagian kenanganku. Tangisku adalah tawamu Deritaku adalah kesuksesanmu Kebahagian ku! adalah kegagalan bagi dirimu! Hae gaes......itulah cerita singkat cintaku. Dimana, kini semuanya yang tersisa hanyalah bekas tancapan berupa sebuah goresan perih.. Blog ini akan bercerita mengenai bagaimana Goresan tersebut mampu tuk mengungkapkan sebuah kata-kata. Sehingga mampu mengurangi tangisannya😊 _Sekian
All Rights Reserved
#58
quotesindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pulchra Tempora
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Someday
  • DIKANESHA
  • YILDIZ [TAMAT]
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Between Falling And love
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)

SEASON 2 DARI WORDS FOR YOU (IT'S YOURS) ... "Nikah tuh beneran nggak serem kan, Bang? Mbak?" tanyanya, suaranya terdengar setengah bercanda, tapi dengan sentuhan kecemasan nyata yang tak bisa disembunyikan. Albi dan Naisha saling bertukar pandang. Mereka tak hanya kakak yang lebih tua, tetapi juga pasangan yang sudah lama merajut kehidupan bersama. Mereka paham, ini bukan sekadar momen iseng Haikal. Ini adalah persimpangan besar dalam hidupnya, dan sebagai kakak yang baik, mereka tahu harus memberi nasihat, bukan menghakimi. Albi menghela napas pelan, mengendurkan bahunya sedikit, lalu menatap adiknya dengan tatapan penuh pengertian. Suaranya dalam dan tenang, seperti menimbang setiap kata yang keluar dari mulutnya. "Nikah itu bukan soal serem atau nggaknya. Lo mungkin mikir nikah itu kayak loncat ke sesuatu yang nggak lo ngerti, tapi sebenarnya itu lebih dalam dari itu. Pernikahan itu komitmen. Lo nggak cuma berbagi momen atau waktu, tapi berbagi hidup. Lo berbagi seluruh diri lo sama seseorang, bukan cuma sehari atau seminggu, tapi seumur hidup." Pemuda itu diam mendengarkan, bibirnya mengatup rapat. Albi melanjutkan, "Ada tanggung jawab besar di sana. Lo nggak bisa setengah-setengah. Lo harus siap, siap secara mental, emosional, siap jadi seseorang yang bisa diandalkan setiap saat. Karena ketika lo nikah, lo nggak hidup buat diri lo sendiri lagi." ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines