We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Truth.

The Truth.

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 4, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang Perempuan bernama Sasha,yang tinggal bersama Ibunya yang bekerja sebagai pelayan di salah satu rumah mewah... Sasha merupakan salah satu perempuan yang sedikit di jauhi oleh beberapa temannya.... Sasha mengira ia tidak akan bisa mendapatkan teman,ternyata dugaan nya salah,beberapa siswa disekolah nya ingin berteman dengannya... Tetapi semua berubah,perubahan yang disebabkan oleh anak dari pemilik rumah tersebut,KENZO ATHALA PUTRA! Enjoy cerita aku yaa....jangan baru baca prologue langsung gk suka....aku harap kalian bisa memahami keadaan ku klo misalkan slow update,jangan lupa voment yaa...inget aku cuma penulis amatiran..
All Rights Reserved
#28
sasha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt Girl! (Completed)
  • Bad Parents (On Going)
  • Rapueenla
  • Kenzie Glenny L.D
  • RHEA [Completed]
  • Hei Or Hai?
  • Hujan Terakhir (Tamat)
  • Black Angel (Dalam Tahap Revisi)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • this is me

🚫PERINGATAN! CERITA INI MENGURAS EMOSI🚫 [TELAH TERBIT]✓ LENGKAP✓ Utamakan Follow sebelum baca😑 # Sasha sudah benar-benar kesal dengan tingkah bodoh nya Arsen, sehingga amarah nya yang sudah ia tahan sejak lama pun kini tidak bisa ia tahan lagi. "Kamu pilih aku atau perempuan jalang itu?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang sedikit tinggi. Seketika rahang Arsen mengeras saat mendengar kata jalang dari mulut Sasha. "JAGA MULUT KAMU!" Teriak Arsen seraya menunjuk kedepan wajah Sasha. Sasha tersenyum miring. Walau sebenarnya ia merasakan sesak didalam hatinya. "Dan asal lo tau, dia itu baik. Lebih baik dari pada lo!" Lanjut Arsen dengan tegas. Tubuh Sasha tiba-tiba mematung. Apa yang diucapkan Arsen benar-benar melukai hatinya. Karena Arsen telah membandingkan kekasihnya sendiri dengan wanita lain. "Dan satu lagi, dia itu bukan perempuan jalang!" Ucap Arsen. Sasha yang dari tadi hanya diam membisu, kini ia membuka suara. "Lalu, kalo dia bukan jalang apa? Perempuan yang gak punya hati kaya dia pantasnya disebut apa? Pelakor? Atau perebut kebahagiaan orang?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang meninggi. Plak. Arsen menampar pipi Sasha dengan keras. Sehingga Sasha pun merasakan panas dicampur rasa sakit dipipinya. Tubuhnya bergetar, air matanya menetes. Ia memegang pipinya yang memerah itu. Ia menatap Arsen lekat, ia benar-benar tidak percaya jika Arsen melakukan itu pada dirinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines