Outcast Castel

Outcast Castel

  • WpView
    LECTURAS 65,309
  • WpVote
    Votos 10,099
  • WpPart
    Partes 126
WpMetadataReadConcluida dom, nov 13, 2022
WpInfo
Fanfic
Seventeen
Dahulu ketika para vampire masih menguasai kota, kami hidup dalam kegelapan yang diselimuti darah kawanan kami sendiri. Hidup dengan ketakutan dan bau darah yang menyebar di penjuru kota. Namun itu sudah ratusan tahun berlalu. Kini para manusia tinggal dengan aman. Sayangnya, kami tidak bisa begitu saja merasa aman dengan cerita khayalan yang terbentuk dari nenek moyang ini. Konon katanya, para vampire masih mengintai dari dalam hutan pada sebuah kastel yang mereka bangun sendiri untuk perlindungan diri. Kami hidup dalam bayang-bayang makhluk penghisap darah itu. Tidak semua manusia bisa hidup dalam ketakutan. Mereka berusaha menciptakan alat penghancur vampire. Namun mereka membutuhkan pengorbanan. Pengorbanan para pekerja yang siap mendatangi kastel tersebut dan menyerang para vampire. Bayarannya cukup besar dan aku tidak punya pilihan lain. Akankah aku harus menerima pekerjaan itu?
Todos los derechos reservados
#112
seungkwan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jurnal Dokter Muda
  • THE 13 PROTECTOR'S || SEVENTEEN
  • Live With Seventeen
  • Blood Stone [Jungwon Harem]
  • THE PURE BLOOD✅️
  • Family For The Reason
  • The Protect Brother
  • Abuse [Dino of Seventeen]
  • SeCarattt

Tiga belas dokter muda, baru lulus pendidikan spesialis dan umum, tinggal dalam satu kost sederhana di sudut kota Bandung. Mereka bukan sekadar rekan kerja, tapi teman seperjuangan yang menghadapi dunia rumah sakit dengan segala tekanan, darah, tawa, dan luka yang tak selalu kasat mata. Setiap hari adalah kisah baru-antara ruang tindakan, pasien yang kritis, konflik antar spesialis, hingga rahasia pribadi yang tak semua berani diungkap. Ada Adi, si tenang yang diam-diam mengidap anemia dan hemofilia. Ada Dion, satu-satunya dokter umum yang berusaha jadi penengah di antara para spesialis. Hao, si flamboyan yang dijuluki "buaya" karena tingkahnya di luar jam kerja. Dan mereka semua, satu per satu, dihadapkan pada batas antara kemanusiaan dan profesionalisme. Namun ketika tubuh dan emosi mulai jatuh satu per satu, mereka belajar bahwa menjadi dokter bukan cuma soal menyembuhkan-tapi juga bertahan hidup di antara rasa bersalah, kehilangan, dan cinta yang tertahan. Di tengah gedung rumah sakit yang tak pernah tidur, di antara bunyi monitor dan panggilan code blue, kisah mereka terus berjalan. Karena di balik jas putih itu... ada tiga belas jiwa yang juga ingin didengar. --- • Bahasa kadang baku kadang non baku Jangan lupa vote dan coment

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido