Betrayer Freind

Betrayer Freind

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Oct 10, 2019
WpInfo
Fanfic
mengisahkan tentang persahabatan yang diawali dengan adanya rasa saling kepercayaan . Sebuah persahabatan yang dilalui dengan tersenyum dan menangis. Persahabatan yang bagaikan langit dan bintang. Mereka siap menjadi satu untuk menerangi gemerlap nya dunia. HAPPY READING^_^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • SENJA KU SENJA MU
  • Langit Senja [end]
  • Love And Friendship
  • Àirén : Lontar Kuno Kisah Putri Mayleen ~ Completed
  • Perjuangan Dan Kesetian Cinta
  • dimana janji tersebut
  • Past A Future [New Version]
  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines