Tidak ada yang benar-benar mengetahui alasan mengapa Maeve memilih pindah ke Prareswari International School, sebuah sekolah elite tua yang berdiri megah di atas bukit berkabut dengan reputasi sempurna di mata publik, tetapi menyimpan banyak rumor mengerikan yang terus beredar diam-diam dari mulut ke mulut para muridnya. Di balik gedung sekolah yang indah, lorong-lorong panjang yang sunyi, dan senyum ramah para guru, sekolah itu menyimpan sejarah kelam tentang hilangnya beberapa siswa secara misterius selama bertahun-tahun, termasuk kematian tragis seorang gadis bernama Clarissaa Prareswari-putri kedua keluarga pendiri sekolah yang dikabarkan meninggal bunuh diri, meskipun tubuhnya tidak pernah benar-benar ditemukan. Sejak hari pertama Maeve menginjakkan kaki di sekolah tersebut, hidupnya perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang tidak bisa ia hindari. Maeve yang selama ini menyembunyikan fakta bahwa dirinya mampu melihat arwah sejak kecil mulai diteror oleh sosok gadis berseragam sekolah dengan wajah pucat dan mata kosong yang terus mengikutinya ke mana pun ia pergi. Sosok itu bukan hanya muncul di koridor sekolah atau pantulan kaca jendela, tetapi juga mulai masuk ke dalam mimpi-mimpi Maeve, membisikkan rahasia demi rahasia tentang ruang bawah tanah sekolah yang telah disegel selama bertahun-tahun. Di tengah rasa takut dan tekanan yang semakin besar, Maeve perlahan mulai dekat dengan Lucien, ketua OSIS terkenal yang dikenal dingin, keras kepala, dan sulit mempercayai siapa pun sejak masa lalunya hancur karena sebuah tragedi keluarga. Bersama Lucien, Clara, Nadya, Kairo, dan Clarisa-kakak kandung Clarissaa yang masih hidup-mereka mulai menyelidiki misteri kematian Clarissaa yang ternyata berhubungan dengan serangkaian kejadian brutal, eksperimen psikologis rahasia, dan sosok psikopat yang selama ini bersembunyi di balik nama besar keluarga Prareswari.
More details