Walking In The Wind

Walking In The Wind

  • WpView
    přečtení 93
  • WpVote
    Hlasy 15
  • WpPart
    Části 1
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno sob, úno 11, 2023
Karla gadis berusia 16 tahun, memiliki wajah yang imut dengan rambut panjang berponi, ditambah tinggi badannya 170 cm, yang membuatnya harus berada di barisan paling belakang setiap upacara bendera. Tapi berbeda dengan sikapnya yang mudah marah, dan suka mengatur. Sehingga banyak orang menjauhi Karla karena tidak suka dengan sifatnya yang berbanding 180 derajat dengan wajahnya. Meskipun begitu, kenyataannya Karla memiliki sahabat karib sejak SMP. Sahabat yang tau alasan mengapa Karla bersikap seperti itu.
Všechna práva vyhrazena
#592
laugh
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Be Yours
  • MASA SMA || EN- [ON GOING]
  • KEYSA
  • Suddenly I felt in love
  • Because I'm Stupid (End)
  • Love Or No
  • BALADA KEHIDUPAN
  • ZALLEO [On Going]
  • RIVAL
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu