Aksara Bersuara

Aksara Bersuara

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 12, 2019
WpInfo
Poetry
Aksara bersuara, ia hidup di semesta, namun tak bernyawa, ia bersuara, namun tak dapat dijamah oleh telinga, ia hanya mampu disentuh lewat perasaan penikmatnya. -Oleh: Cumi coklat Nantikan selalu kedatangannya, karena di dalamnya pasti ada kamu juga, bedanya disini kamu berbentuk sebuah kata-kata, yang berdiksi istimewa, yang telah dirangkai sedemikian rupa, hanya untuk menyenangkan hati para pembacanya. -Aksara Bersuara ini berisikan aksara dengan genre yang berbeda-beda, dan beberapa ada yang kolaborasi dengan teman, juga ada beberapa yang telah dimuat di buku antologi puisi dalam lomba, tapi dengan nama asli saya. Salam kenal, jangan sungkan mari kita berkawan. -Cumi coklat "Selamat menikmati aksara, yang telah aku sajikan untuk membuatmu lebih mencintai yang namanya sasta."
All Rights Reserved
#447
semesta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Tak Bertuan
  • MARI TELANJANGI SEMUA LUKA
  • SUARA TINTA (Selesai)
  • [✓]  Dear Akara
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • [3] Aksara, Rasa, Asa | ✔
  • Owl Secret
  • Sajak Sang Pemimpi
  • JALANG
  • Ungkapan Rasa

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! © 2026 by AuthorKhentut. All Rights Reserved.

More details
WpActionLinkContent Guidelines