Aksara Lara

Aksara Lara

  • WpView
    Membaca 111
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jul 17, 2019
WpInfo
Puisi
Lara? Tidak pernah ku definisakan apa itu lara. Jika kau sebut itu musibah, kau hanya merasakan sakit yang tak berdarah, jika kau definisikan anugerah? kau merasakan sesak, pedih yang membara didalam jiwa dan raga. Jika kau tanya sang pujangga, mereka tak tahu apa, letupan cinta itu sedang berapi-api didalam diri mereka. Lara, hanya bagian kecil didalam diri. Mereka memadu kasih, tanpa memikir lara. Lihat Lara hanyalah aksara, yang menjelma rasa pada diri manusia. Hanya kata yang tak bermakna, Hanya curahan lara yang terasa, Bukan Permata, Emas, Maupun berlian.. Bahkan bintang-bintang di angkasa.. aku hanya sebuah lentera, penggugur lara..
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#4
puisilara
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • N O R A [on going]
  • (✔) Save Me Please!!
  • Putralisha~
  • CLARA
  • Stain
  • MY WIFE IS MODEL
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • The Last Birthday With You
  • Stay With Me

nyatanya, semua itu hanya omong kosong. janji-janji, perhatian, dan kalimat-kalimat manis mu kala itu hanya sebuah kebohongan belaka. bodoh nya aku yang terlalu begitu percaya. perhatian mu semua aku anggap sebagai rasa sayang mu padaku, namun itu salah. aku hanya sebuah pelarian yang kamu singgahi. setelah kamu mendapatkan apa yang kamu cari, kamu pergi. tanpa kamu pikirkan bagaimana perasaan ku. tanpa kamu pedulikan bagaimana hancur nya diriku. tuan, seandainya kamu tau setulus dan sebesar apa perasaan ku padamu. seandainya kamu tau bagaimana usahaku untuk selalu bertahan dengan mu. namun, itu semua hanya seandainya. dan pada kenyataannya kamu tak pernah sadar akan hal itu. kenyataan ini begitu menyesakkan dada. hari-hari ku lewati dengan hati yang kehilangan akan sosok nya. hari-hari ku lewati dengan luka yang tak kunjung juga mereda. tuan, terimakasih. bagaimana pun aku tidak bisa menolak perpisahan. akan ku sudahi semua rasa sakit ini tuan. aku akan belajar melupakanmu, sebagaimana kamu melupakanku. karna aku percaya, kepergian mu merupakan sebagian dari rencana yang diatas. dan aku juga yakin, jika suatu saat aku akan di pertemukan dengan seseorang yang jauh lebih mengerti aku ketimbang kamu. **** Cover by : hunyoel

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan