Story cover for My Heartbeats by ParkRyuSora
My Heartbeats
  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jul 04, 2019
"I wish that you would love me"



Cerita ini adalah cerita tentang ke tujuh pangeran iblis terkuat yang melanggar peraturan sekaligus janji mereka sendiri.


Teman teman semuanya ini merupakan cerita pertamaku jadi mohon maaf ya kalau misalnya agak aneh dan pasti ada typo nya. Sekian terimakasih.



                                                     Salam Park (Ryu) Sora
All Rights Reserved
Sign up to add My Heartbeats to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √ cover
lookism word (hyungseok harem) cover
NOTHING (SUGA X ROSÉ) [M] cover
Heaven and earth cover
Nevermind! 21+ cover
Davin cover
Tragedi Cinta! - BTS [Short] cover
School Vampire cover
Trapped in love and true love💔❤ cover

WHY DOES MY BROTHER HATE ME? [REV] √

46 parts Complete Mature

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?