PERDENTE

PERDENTE

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 12, 2019
" Maaf " ucap lelaki itu. " Tak apa, ini bukan salahmu " balas sang wanita dengan senyum kecutnya. " Sekali lagi maaf " ucap lelaki itu lagi. " Sudah kubilang ini bukan salahmu, tak perlu terus menerus meminta maaf. Hati ku yang saja yang terlalu keras kepala. Dia yang begitu bodoh hingga membuatku terus mengejar mu meski aku tahu bahwa ini akan begitu menyakitkan, jadi ini salahku. Tak perlu meminta maaf lagi " balas sang wanita masih dengan senyum kecutnya. " Semoga bahagia Ayna " ucap sang lelaki sambil menepuk puncak kepala sang wanita. Setelah itu, sang lelaki berbalik dan pergi meninggalkan wanita itu yang masih terpaku di tempatnya dengan mata yang berkaca-kaca. " Kamu juga Alfi, semoga bahagia " ucap Ayna pelan hampir seperti bisikan. Ditatapnya punggung kokoh yang mulai menjauh itu dengan mata yang berlinang air mata.
All Rights Reserved
#141
putusasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATHALARIQ
  • Apakah Mencintai Itu Salah? [Completed]
  • M Y   B A D B O Y (Completed)
  • Revigraph
  • AKSA
  • Inersia
  • Where The Feelings
  • Snow Man (ON GOING)
  • Salina
  • ARGA [Completed]
ATHALARIQ

#cerita sudah lengkap! Ini bukan kisah tentang perempuan manis yang jatuh cinta kepada laki laki nakal atau laki laki yang baru ia kenal. Ini kisah tentang perempuan yang kehilangan bahagianya. Sulit baginya untuk sekedar merasakan senyuman. Athalariq. Laki laki tampan datang berniat mewarnai hidupnya. Tapi apa untungnya atha membuat gadis itu kembali? Dan apakah atha akan berhasil? *** "Bahagiaku bukanlah bahagiamu. Tapi bahagiamu sudah jelas bahagiaku" Bantu saya untuk mengembalikan sebuah senyuman yang telah dirampas waktu. -Atha. 》》》》》 "Kata orang kalo cemburu itu berarti dia sayang" atha. "Itu kan kata orang. Gue bukan orang!" Laura.

More details
WpActionLinkContent Guidelines