PERDENTE

PERDENTE

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 12, 2019
" Maaf " ucap lelaki itu. " Tak apa, ini bukan salahmu " balas sang wanita dengan senyum kecutnya. " Sekali lagi maaf " ucap lelaki itu lagi. " Sudah kubilang ini bukan salahmu, tak perlu terus menerus meminta maaf. Hati ku yang saja yang terlalu keras kepala. Dia yang begitu bodoh hingga membuatku terus mengejar mu meski aku tahu bahwa ini akan begitu menyakitkan, jadi ini salahku. Tak perlu meminta maaf lagi " balas sang wanita masih dengan senyum kecutnya. " Semoga bahagia Ayna " ucap sang lelaki sambil menepuk puncak kepala sang wanita. Setelah itu, sang lelaki berbalik dan pergi meninggalkan wanita itu yang masih terpaku di tempatnya dengan mata yang berkaca-kaca. " Kamu juga Alfi, semoga bahagia " ucap Ayna pelan hampir seperti bisikan. Ditatapnya punggung kokoh yang mulai menjauh itu dengan mata yang berlinang air mata.
All Rights Reserved
#43
loser
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Salina
  • AKSA
  • ATHALARIQ
  • ARGATHA [ SELESAI]
  • ABTHA [Sudah Terbit]
  • Astronomi
  • Snow Man (ON GOING)
  • Semenjana (END) / Sudah pindah ke aplikasi DREAME/INNOVEL)
  • ARGA [Completed]
  • Where The Feelings
Salina

[LENGKAP] Hidupnya nyaris sempurna bagi siapa saja yang melihat dari luar potret kehidupannya. Salina Elira, anak bungsu dari pemilik perusahaan ternama, memiliki kakak laki-laki super penyayang, sahabat-sahabat setia juga kekasih yang tak kalah luar biasa. Namun hidupnya harus mencicipi nestapa, diseret derita, ia dipeluk erat prahara setelah perselingkuhan Ayahnya hampir dua tahun ini menghantui keharmonisan keluarganya. Ibunya nyaris gila, namun sulit bagi Salina memahami mengapa Ibunya masih kokoh bertahan diinjak-injak Ayahnya yang terang-terangan menunjukkan sikap tidak lagi cinta. Salina hancur hampir lebur menyaksikan setiap hari Ibunya menelan habis pil penenang, belum lagi Ayahnya yang entah malas pulang dan sibuk dengan perusahaan dan wanitanya. Sahabat-sahabatnya selalu ada, meski ia enggan bercerita. Salina paham, mereka mengerti dan memahami keadaan Salina. Kekasihnya pun demikian, meski pada akhirnya, terkuak luka lain, rahasia besar, yang hampir meluruhkan sikap optimisnya pada kebahagiaan. Ia dihajar keadaan, dipermainankan masa, diinjak-injak kenyataan. Salina putus asa, hilang harapnya pada bahagia. Ia tidak berani lagi mendamba pereda, sebab satu-satunya penawar luka yang ia punya pun dengan tega menggoreskan belati ke dasar hatinya. Cover by Pictures For You Id : @ted3530r

More details
WpActionLinkContent Guidelines