Bunga Asa

Bunga Asa

  • WpView
    Reads 270
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 27, 2020
Teruntuk hati yang sudah terlalu lelah menghadapi kesenyapan yang telah lama singgah. Kisah ini mengantarkan kita kepada titik jenuh terhadap sesuatu yang kita ciptakan sendiri. Titik jenuh yang membuat hati dan ego bersawala. Dan sebuah kepastian terhadap dua hati yang menjadikan satu hati sebagai titik temu satu rasa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menepi
  • ZIVANA(ON GOING)√
  • ALVIN (On Going)
  • 2 Minus 1 [END]
  • The Other Side
  • Bulan Dan Bintang
  • Past A Future [New Version]
  • Alam Byantara
  • Dua Ufuk Terpisah
  • SCHICKSAL
Menepi

Berawal dari kecerobohanku yang menerima rasa perhatianmu dengan rasa nyaman. Menganggap itu adalah sebuah rasa ketertarikan, nyatanya itu adalah luka yang sedang tertanam. Ada raga yang ingin kumiliki, ada tangan yang ingin kugenggam, dan ada hati yang ingin ku bahagiakan. Namun sayangnya, dihatimu sudah ada yang bertamu lebih dulu. Sedari awal asmara hanya sebuah lelucon untuk menemani sunyi malammu. Aku terlanjur menyelam rasa, menerimamu dengan berbagai asa. Berharap aku yang menjadi pujaan. Ternyata, aku hanyalah tempat mu tuk singgah sejenak disaat dia tidak ada. Aku bukan lah tempatmu menetap. Alden, Terima kasih sudah menghadiahi luka yang tak disengaja, dan melepasmu adalah jalan satu satunya menghapus gerimis setiap kali langit menangis. Tertanda, Risel.

More details
WpActionLinkContent Guidelines