SajakTerpendam

SajakTerpendam

  • WpView
    Reads 1,866
  • WpVote
    Votes 176
  • WpPart
    Parts 119
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 4, 2021
Malam ini akan ku ceritakan kepada semesta bahwa aku lelah, Aku tak mampu lagi menghadapi ketidakpastian ini. Pengharapanku untuk memilikimu ternyata tidak semudah yang ku pikirkan, aku terlalu banyak menaruh hati hingga aku tersakiti kembali Aku yang mungkin terlalu mambawa perasaan dengan sikap manisnya , namun apakah ku salah dengan perasaan ini? Aku adalah manusia biasa yang memiliki perasaan layaknya manusia. Jika sikap ku salah maka maafkanlah Malam bulan dan bintang akan menjadi saksi bagaimana aku terlelah saat ini. Raga ku mungkin terlihat kuat dan baik baik saja Namun tidak dengan hati ku Untuk malam, Terimaksih sudah menemaniku meneteskan air mata ----------------------------------------------------------------------------------- Semua rangkaian kata kata saya ini,saya tuliskan melalui isi hati saya dan imajinasi saya tanpa mengcopy paste milik orang lain, maka tolong hargai lah Terimaksih :)
All Rights Reserved
#264
tentanghati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit.
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • Setulus Kasihmu (End)
  • Nabila & Kelvin After Merried (END)
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • JANUS
  • Happiness [End]
Langit.

Dari Langit, untuk senja yang selalu terlihat indah apa adanya. Senja, jujurlah, kau sudah lama kan kehilangan perasaanmu? Kau sudah lama kan mengagumi bumi akhir akhir ini? Aku sudah tau, Senja. Langitmu sudah tau. Senja, harusnya kau tak datang padaku sejak awal. Harusnya kau tak merasa kasihan dengan kesendirianku. Apa aku yang salah, sudah jatuh cinta padamu? Ini bukan perkara tentang hatimu. Ini tentang isi hatiku. Isi hati langit yang bisu. Isi kerinduan semesta yang tak pernah dapat terungkapkan. Senja, mengapa kau masih disini? Mengapa kau masih harus ada di sela sela hari sepiku? Mengapa kau harus menunjukkan tatapan itu padaku? Senja, aku memang kesepian. Tapi bila memang perasaanmu sudah lama berubah, tak apa, pergilah. Senjaku, Langitmu tetap mencintaimu apa adanya. Bahkan saat ia tau kau tidak pernah mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines