Story cover for 17 Nikah?  by user14290735
17 Nikah?
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jul 05, 2019
"Nggak!. Ga mau, Fina ga mau nikah di umur segitu. Ya tuhan ihh Fina salah apa?, kenapa harus nikah di umur kaya jagung gini".
-Fina Herdian.

"Saya tetap akan menikahi kamu. Kamu tidak kasihan melihat saya yang menunggu kamu dari umur 12 tahun? ".
-Bagus pernanda.
All Rights Reserved
Table of contents

1 part

Sign up to add 17 Nikah? to your library and receive updates
or
#946bagus
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
The Baby's Contract✓ cover
Married With My Bestfriend  cover
MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)  cover
Dijodohin : JJH cover
Pernikahan Rahasia, Absurd dan Dadakan!  cover
Rain for Dead Trees  cover
•Perfect Husband || Lai Guanlin - END cover
B [Completed] cover

The Baby's Contract✓

88 parts Complete

Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?