Karena Kamu

Karena Kamu

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 14, 2019
"Kamu yang selalu ada disetiap mimpi malamku, kenapa terus menggangu fikirku, Ayo datanglah temui Abiku dan bawa aku menuju istana surga kita" -Syahbella Dwi Az-zahra- "DIA mempertemukan kita kembali, atas kehendaknya-NYA kita kembali bersama sekarang... Selamat datang Istriku.. calon ummi dari anak- anakku" -Muhammad Farhat Mabruq-
All Rights Reserved
#49
pasanganhalal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memeluk Sajadah
  • Kamu Milikku
  • Pangeran & Khumairah [Completed]
  • Nikah Muda Na2 & Twins Story
  • GIEMMY : MELODY HUJAN UNTUK KIMBERLY
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )
  • BACKBURNER
  • Jodohku...
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • Back story {𝕯𝕬𝕸 House 2}/// TAMAT

Hujan turun perlahan membasahi halaman pesantren kala itu. Safana berjalan cepat dengan mata memerah menahan amarah dan malu yang bercampur menjadi satu. Tangannya gemetar merapikan hijabnya yang sempat tersingkap tanpa sengaja. Ia berhenti tepat di depan Ustad Azam. Lelaki itu terlihat terkejut melihat tatapan penuh kecewa. "Ustad orang pertama yang lihat aurat saya..." suara Safana bergetar, menahan tangis yang sejak tadi sesak di dadanya. "Maka itu nikahi saya." Suasana mendadak sunyi. Bahkan suara hujan seakan ikut berhenti mendengar kalimat itu. Safana menunduk dalam, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. Bukan karena ia mencintai Azam, tetapi karena harga dirinya terasa runtuh saat aurat yang begitu ia jaga justru terlihat oleh seorang lelaki. Azam memejamkan mata sejenak. Rasa bersalah menghantam dadanya. Semua terjadi tanpa sengaja, namun ia tahu luka di hati Safana tidak sesederhana kata maaf. "Bismillah... insyaAllah saya siap menikahimu," ucap Azam pelan namun tegas. Safana terdiam. Dadanya semakin sesak. Entah kenapa jawaban itu justru membuat hidupnya berubah kala itu. Karena sejak kalimat tersebut terucap, bukan hanya tentang pernikahan yang menanti mereka... tetapi juga rahasia, fitnah, dan hati yang perlahan mulai saling jatuh cinta

More details
WpActionLinkContent Guidelines