Injuries Or Die?

Injuries Or Die?

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 6, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Jevan please! don't touch!." Arvi menodongkan pisau tepat dihadapan Jevan. Berjalan mundur untuk menghindari tangkapan Jevan yang mencoba mengurungkan niat arvi untuk melukai dirinya. "Oke oke, gue mundur vi, tapi please lo jangan coba-coba buat ngelukain diri lo lagi." Balas Jevan mencoba menjauhkan dirinya dari Arvi. "Gue ngga bisa Jev!! Lo ngga pernah tau apa yang selama ini gue rasain selama gue hidup. Lo tau seberapa banyak tentang gue? Lo ngga tau apa apa tentang gue, jadi please lo jangan ikut campur dan gue minta lo pergi dari sini!!." Bentak arvi dengan isak tangisnya. Jevan yang mendengar bentakan Arvi pun panik, apakah Jevan harus tetap menghentikan perbuatan Arvi atau meninggalkanya sendirian dan membiarkanya tetap melukai dirinya sendiri. Jevan memang tidak mengetahui apapun tentang Arvi, tapi perbuatan Arvi yang begitu berbahaya tidak bisa Jevan biarkan begitu saja. "Kalo itu mau lo, oke gue pergi dari sini tapi lo janji ngga akan ngelakuin perbuatan kotor lo tadi..." Perlahan Jevan mulai meninggalkan tempat itu, meninggalkan Arvi yang tetap melakukan hal bodoh itu tanpa sepengetahuan Jevan. Ok guyss, ini cerita kedua aku semoga kalian sukakk yaa😊😊 Ayo baca terus dan ikutin terus cerita ini, jangan lupa vote dan komen yaa😉 maafkan bila cerita nya masih agak berantakan, follow juga akunku yg ini yaa..
All Rights Reserved
#76
self
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • COMPLICATED
  • Be Yours
  • Paradise
  • love bells[ON GOING]
  • Devon [END]
  • Strong Girl Michella (END)
  • Arsyilazka
  • MIXTURE! (About Secrets)
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines