Please, Look At Me

Please, Look At Me

  • WpView
    Reads 36,943
  • WpVote
    Votes 3,048
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 24, 2020
Judul diganti menjadi "Please, Look At Me" (Sebelumnya-Di Balik Topeng) (Follow sebelum baca) Keajaiban. Ya, saat ini aku menunggu kata itu datang dalam kehidupanku. Merubah segala apapun yang membuatku benci untuk terus-menerus bersembunyi. Apakah ada yang salah dengan wajahku ini? Kenapa ayahku dan kakakku sangat membenci setiap inci wajahku? Arsenio Orlando, pernah bertemu dua kali. Namun, rasa benci yang terlihat dari aura tubuhnya. Apa aku salah mempunyai wajah seperti ini? Hingga orang baru pun membenciku. Ternyata, ada kisah yang tersembunyi dalam kebencian mereka. Akhirnya aku tahu, seberapa rapat bangkai yang terkubur, maka semakin tercium baunya. "Bersembunyi adalah caraku. Dan keadaan yang membuatku seperti ini." _Andrhea_ "Menemuimu adalah solusiku. Tetapi, masa lalu membuatku menghindarimu." _Arsen_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arkan & Bandung
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Perkara Rumpang
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • LYBLOP [✓]
  • ALSENA
  • DELORA ✓
  • Harapan Bunga Terakhir

"Ayo bertaruh, Ay" "Bertaruh soal apa?" "Setelah ini, aku yakin Bandung akan jadi kota yang paling menyenangkan buat kamu." "Kenapa?" "Karena ada aku. Coba aja kamu cari ke kota lain, pasti kamu ngga bakalan nemuin aku di tempat lain. Karena aku, akan selalu ada di sini. Di kota ini." "Kalau semisalnya Bandung jadi kota yang paling menyiksa buat aku, gimana?" "Aku ijinin kamu buat pergi Ay. Ke manapun yang kamu mau dan kembalilah disaat kamu udah bisa berdamai dengan semuanya." ●●● ❝Mengenalmu bukanlah suatu kesalahan besar untukku. Meski setiap kali aku diingatkan tentang dirimu, air mata ini selalu jatuh bersamaan dengan kenangan-kenangan indah yang sudah kita lalui.❞

More details
WpActionLinkContent Guidelines