Please, Look At Me

Please, Look At Me

  • WpView
    Reads 36,954
  • WpVote
    Votes 3,048
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 24, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Judul diganti menjadi "Please, Look At Me" (Sebelumnya-Di Balik Topeng) (Follow sebelum baca) Keajaiban. Ya, saat ini aku menunggu kata itu datang dalam kehidupanku. Merubah segala apapun yang membuatku benci untuk terus-menerus bersembunyi. Apakah ada yang salah dengan wajahku ini? Kenapa ayahku dan kakakku sangat membenci setiap inci wajahku? Arsenio Orlando, pernah bertemu dua kali. Namun, rasa benci yang terlihat dari aura tubuhnya. Apa aku salah mempunyai wajah seperti ini? Hingga orang baru pun membenciku. Ternyata, ada kisah yang tersembunyi dalam kebencian mereka. Akhirnya aku tahu, seberapa rapat bangkai yang terkubur, maka semakin tercium baunya. "Bersembunyi adalah caraku. Dan keadaan yang membuatku seperti ini." _Andrhea_ "Menemuimu adalah solusiku. Tetapi, masa lalu membuatku menghindarimu." _Arsen_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)
  • Harapan Bunga Terakhir
  • Misunderstand
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • Cahaya [COMPLETED]
  • DELORA ✓
  • ALSENA
  • Arkrasiv ☑️
  • You Are Not Alone (Slow Update)
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]

WARNING! *MENGANDUNG BEBERAPA KATA KASAR *BEBERAPA CHAPTER MENGANDUNG PERILAKU MENYAKITI DIRI SENDIRI YANG DIBUAT TIDAK UNTUK DITIRU For: 17+ *** "Aku memang tak pernah bahagia sejak kecil, tapi setidaknya di masa itu aku belum sadar seberapa tak berharga dan sampahnya diriku." "Bolehkah aku minta satu pelukan sebelum aku mati?" Tentang seorang gadis yang selalu dijadikan pelampiasan amarah kedua orang tuanya. Tentang gadis yang berusaha menahan keinginannya untuk menyerah. Dan ini tentang gadis yang dengan sederet lukanya. "Ayah ... Bunda ... satu pelukan aja, ya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines