Cendayam

Cendayam

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 26, 2019
*** Gadis berkerudung putih terlihat membawa tumpukan buku tulis milik teman-teman sekelasnya dan miliknya. Ia terlihat kesulitan membawa buku-buku tulis itu, hingga ia tak melihat jalan di depannya dan jatuhlah seluruh tumpukan buku tulis yang ia pegang. "Tidakkah kau melihat bahwa ada yang sedang membawa tumpukan buku? Mengapa tidak menyingkir?" kata gadis itu dengan nada tak bersahabat. Ketika melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini. Pikirannya seolah tertarik ke dalam memori beberapa tahun lalu. Mengapa harus ia yang menabrak dirinya? Apakah orang itu sangat berarti untuknya? Atau sebaliknya, sangat tidak diinginkan olehnya? *** #EventPenRa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GISTARA (TERBIT)
  • Dikala itu, Aku Tak Mengerti
  • A RECCURING PAST
  • REKSA: The Last Bell
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Arkan Dan Keira
  • Satu Atap, Satu Hati
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]

Agasthya Raka Dewantara selalu hidup di bawah bayang-bayang sempurna kakaknya yang telah tiada. Tak ada hari yang berlalu tanpa perbandingan menyakitkan dari keluarganya, membuat kasih sayang sang ibu terasa seperti jarak yang mustahil untuk dijangkau. Ketidakadilan ini kerap membuat Raka bertanya-tanya: apakah dirinya memang hanya sekadar bayangan dari sosok yang lebih baik? Di balik wajah tampannya dan posisi bergengsi sebagai kapten tim basket di International High School Lawrence, tersimpan kegetiran yang terus membebani hatinya. Semesta tampaknya enggan memberinya jeda, dari tekanan keluarga hingga beban tanggung jawab yang terus bertambah. Hingga suatu hari, di tahun ketiga masa sekolahnya, hidup Raka berubah saat ia bertemu dengan Afiza Niskala Rumaysa-seorang gadis baru yang polos dan apa adanya. Niskala tidak hanya membawa kehangatan, tetapi juga cahaya yang tak pernah dirasakan Raka sebelumnya. Perlahan, kehadiran Niskala mematahkan dinginnya hati Raka, membuatnya melihat bahwa mungkin ada cara lain untuk mencintai dirinya sendiri dan menerima kenyataan hidupnya. Namun, ketika cobaan demi cobaan kembali menerjang, mampukah Raka berdiri teguh dan melangkah maju? Akankah Niskala menjadi sosok yang setia menemani langkah Raka melewati badai kehidupan, ataukan ia justru menjadi alasan baru untuknya kembali terpuruk? Novel ini adalah kisah tentang pencarian makna kasih sayang, penerimaan diri, dan harapan yang tak pernah padam, meski di tengah gelapnya bayangan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines