Story cover for the lost love by IndraWahyu802
the lost love
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jul 06, 2019
"Gak usah bahas hal yang gak ada dit!" Ketus putra sambil meremas kertas coretannya dengan penuh amarah.

"Dia pun pergi entah kemana"
Adit pun cemas dia pergi entah dimana.

Tapi tiba-tiba dia di pinggir sungai dengan muka penuh amarah.

Adit pun bertanya kepada putra"put jangan marah maafain gue ya put udah buat lo marah"

"nggak gak bisa pokoknya gue gak terima"kesal putra dengan amarah yang membara-bara.

"Kenapa lo dari tadi marah-marah terus  kemarin juga sama emang gue punya kesalahan apa sih?"tanya adit dengan sabar dan setenang mungkin.

"Ya tentang dedek unyu alias layla masih inget gak sih"tanya putra dengan ngegas dan penuh amarah.

"Ya gue  inget tentang itu tapi maafin gue  ya put udah meledek tentang itu"sesal adit sambil meneteskan air mata yang di buat -buat menggunakan air liurnya sendiri.



"Ya aku maafin"tanya putra dengan sedih dan senang.

"Ya makasih ya udah maafin aku ya put makasih banget udah maafin gue"ucap adit dengan menangis dan dia nggak pake air liurnya  agi.
All Rights Reserved
Sign up to add the lost love to your library and receive updates
or
#758coolgirl
Content Guidelines
You may also like
Stay (Away) by hazelaice
64 parts Complete
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
You may also like
Slide 1 of 10
Legatha [END] cover
I'm Not A Villainess cover
She is fake nerd?✔(Proses Revisi) cover
Stay (Away) cover
Jejak Yang Tak Terhapus (Mark Lee)  cover
I LOVE YOU✔ cover
Me, You And Our Baby [ROMBAK] cover
RIAREZ : dendam dalam cinta (END) cover
IS IT LOVE?  [On Going] cover
Semesta Yang Gagal (Selesai) cover

Legatha [END]

54 parts Complete

[FOLLOW SEBELUM BACA] ............ "Hujan, mending lo pulang." "Kamu siapa?" tanya Agatha yang memang tidak mengenali lelaki itu. Lelaki itu melihat tangan Agatha yang berdarah dan sudah pasti karena sayatan benda tajam. "Mau mati lo? Kenapa nggak sekalian aja loncat dari gedung yang tinggi?" "Siapa yang mau mati? Gatha masih pengen hidup kok," jawab Agatha yang masih duduk di pinggir jalan. "Abis diputusin cowok? Cih dasar cewek nggak ada otak!" "Siapa juga yang diputusin? Dasar cowok sok tahu!" balas Agatha lalu berdiri. "Terus? Itu apa?" tanyanya sambil menarik tangan Agatha, lalu lelaki itu pun membaca ukiran yang ada di lengan gadis itu. "Bajingan." Agatha pun langsung menarik tangannya kembali. "I-ini bukan apa-apa, nggak ada sangkut pautnya sama diputusin." jawab Agatha cepat. Selang beberapa detik angin malam menerpa tubuhnya yang mungil, hingga membuat gadis itu kedinginan dan langsung memeluk tubuhnya dengan kedua tangannya. "Ikut gue." Kira-kira Agatha mau dibawa ke mana yaa?? Dan siapa lelaki itu?? Mau tahu?? Ayo lanjut baca!! ⚠️ Cerita ini mengandung unsur kekerasan dan kata-kata kasar. ⚠️ Tiru yang baiknya aja, yang buruk jangan ditiru yes.