Kamuflase
  • WpView
    Reads 268
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 9, 2021
WpInfo
Fanfic
1Direction
Semua orang punya topeng dalam menjalani hidup. Topeng untuk menutupi diri dan jiwa yang sebenarnya. Sebab menjadi diri sendiri di era postmodern seperti ini bukanlah hal yang mudah. Sooner or later, akan tiba saat di mana topeng itu dibuka. Baik oleh si empunya, ataupun oleh orang lain. Ini bukan cerita tentang romansa badboy, badgirl, nerdy atau sejenisnya. Ini cerita tentang depresi, insecurity, self harm, trauma, toxic parents, broken home, unrealistic beauty standard, stratifikasi sosial, dan berbagai problema berat lainnya. 'Find out how little we know about someone we know.'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Evanescence (END)
  • If I Die, Will You Listen?
  • [✔] Lean On Me || Nomin
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Breathe
  • Hello Stranger
  • Rumah Orang Mati
  • Hope [END]
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines