Avana
  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 7, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Dia adalah Ava. Seorang gadis remaja yang hanya mengharapkan kebahagiaan dalam hidupnya. Namun takdirnya berkata lain. Nasibnya yang tidak beruntung membuat dirinya berkali-kali mengalami derita dan hampir kehilangan arah. Harapannya pun kian menjauh, begitu juga dengan orang-orang yang disayanginya, perlahan menghilang satu per satu. Dia pun sendiri menghadapi takdirnya. Tak ada yang bisa mengubahnya. Bangkit dan jatuh berkali-kali. Sendirian. Sampai takdir membawanya kepada masa depannya. Masa depan yang membuatnya hancur, atau mungkin bahagia. Tak ada yang tahu. Mampukah Ava menjalani semua takdir yang telah ditentukan untuknya? Apakah masih ada harapan untuknya bahagia? Happy Reading :)
All Rights Reserved
#5
arunikawrite
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 48 FAMILY RESTAURANT ( JKT48 Gen 12 Fanfic)
  • ALEYA~~
  • Tumbuh di Atas Patah
  • CHRISTIAN EL DANDELION [ The End ]
  • 💞Takdir Cinta💞
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • DANADYAKSA

Kisah seorang anak dari keluarga broken home bernama Lily yang selalu kesepian karena sering ditinggal ibunya yang sibuk berkerja, ia juga tidak pandai bersosialisasi, dan tidak punya teman. Lily sebenarnya muak dengan semua ini dan ingin keluar dari rasa kesepian yang tiap hari selalu menggerogoti dirinya. Suatu hari ia bertemu dengan Delynn, seorang gadis yang sangat populer di sekolahnya, dan ternyata Delynn selama ini diam-diam sudah memperhatikan Lily. Delynn tahu bahwa Lily sangat merasa kesepian, dan Delynn pun juga tahu tentang latar belakang keluarga Lily dari gosip-gosip para siswi di sekolah. Delynn akhirnya menawarkan diri untuk menjadi teman Lily dan berjanji untuk membantu Lily mengatasi rasa kesepian yang Lily alami, dengan cara mengajak Lily berkerja paruh waktu bersamanya di sebuah restoran keluarga. Lily awalnya menolak, tapi pada akhirnya ia pun bersedia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines