Save Me
  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 5, 2021
WpInfo
Fanfic
BTS
Teman? Huh omong kosong! Ketika Jungkook sudah menaruh harapan yang begitu besar kepada mereka tapi apa? Mereka malah menjatuhkannya. Bahkan disaat Jungkook sudah menganggap bahwa mereka adalah sahabat, tidak dengan mereka, mereka hanya menganggap kehadiran Jungkook sesuatu yang tidak terlalu penting dari banyaknya hal-hal yang ada di muka bumi ini. Mereka hanya akan datang disaat ada butuhnya, setelah kebutuhannya terlaksana, seorang Jeon Jungkook akan kembali di lupakan. Teman macam apa yang hanya datang disaat ada maunya? lalu dengan tidak tau dirinya pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun setidaknya berterimakasihlah. Sungguh Jungkook muak dan lelah dengan semua ini. Apakah mereka tidak melihat mata tulus yang menginginkan sebuah pertemanan? Sungguh rasanya lebih sakit dikhianati teman sendiri daripada dikhianati oleh wanita yang kita suka sekalipun. Sampai akhirnya Jungkook mengetahui suatu kenyataan yang mampu membuatnya jatuh sejatuh jatuhnya.
All Rights Reserved
#971
kimtaehyung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Background
  • [C]LOSER; If We Never Fall in Love Mr. Henderson [TAEKOOK]
  • Bayi punya bayi?
  • Love's Serendipity
  • [ ⭐️ ] Affair
  • Necessary✅✅(jikook/minimoni)
  • DEAR JEON
  • Give up and let go  (BTS || Kim namjoon)✅
  • my beautiful lover/book2✅(jikook)
  • Mianhae Jungkookie [END ✔️]

Sebagai bagian dari BTS maupun solois, siapa yang tidak mengenal Jeon Jungkook? Kalaupun ada yang tidak familiar dengan namanya, mereka pasti pernah mendengar lagu dari penyanyi kebanggaan Korea itu. Jungkook telah menjadi mainstream popstar yang bisa disandingkan dengan bintang besar dunia. Tapi kesuksesan besar itu jelas membuatnya membayar harga mahal. Kehilangan masa remaja, kehidupan pribadi sebagai konsumsi publik, ujaran kebencian yang harus diterima hanya dari kesalahan kecil, juga kesepian yang harus ia tanggung seiring makin tinggi posisinya. Jungkook berusaha menikmati apa yang ia raih, pergi ke club bersama teman, berkencan, membeli barang-barang yang dulu hanya bisa ia impikan, sungguh ia berusaha untuk menikmati hidupnya sebagai bintang dunia. Tapi malam ketika ia pulang ke rumahnya setelah seharian bekerja, atau sesaat setelah ia mematikan siaran langsung di ruang tengah rumahnya, keheningan kembali menyapa. Hening, sepi, sendiri. Agensi sudah lebih membebaskan mereka, tak lagi banyak tekanan dan aturan ketat, toh sekalipun ada, ia sudah merasa cukup berani untuk menentang. Satu-satunya aturan yang masih selalu ditekankan agensi adalah, berkencan dengan aman. Mereka tidak pernah melarang para member untuk merasakan cinta dan menjalin hubungan, asalkan dibalik layar dan tidak tercium publik, lakukan semaumu. Tapi itu masalahnya, menjalin hubungan sembunyi-sembunyi tak pernah mudah bagi Jungkook. Ia buruk dalam menyembunyikan emosi, ia selalu ingin mengekspresikan perasaannya dengan bebas. Cinta seharusnya bukan sesuatu yang harus disembunyikan, 'kan? Tapi gemerlap lampu panggung dan hingar bingar kesuksesan ini memaksanya untuk bersembunyi untuk melindungi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines