Internal Sickness

Internal Sickness

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 7, 2019
Bisakah aku seperti orang lain? Hidup bahagia dengan keluarga, memiliki banyak teman, berjalan menuju masa depan sesuka hati, apakah aku bisa seperti itu? Sepertinya tidak. Hidupku begitu terbatas. Keinginanku untuk memiliki teman dilarang oleh orangtuaku. Keinginanku untuk berbahagia dengan mereka juga mereka tolak. Masa depanku diatur oleh mereka. Sekalinya aku mendapat nilai ujian yang tak memuaskan, siksaan sana sini mengalun-alun. Hingga suatu hari, bencana alam terjadi di kota aku tinggal. Aku tak mengerti kenapa aku begitu sedih kehilangan orangtuaku yang selama ini sudah menyiksaku habis-habisan. Berakhirlah aku harus menempuh hidup sendirian, tanpa Orangtuaku, juga sahabatku. Tuhan, kumohon. Aku butuh siapapun yang ingin menemaniku untuk menjalani hidupku yang penuh cobaan ini. Aku tak mau terus begini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • Renata Keyla ✔
  • Do You Miss Me ?
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • ALVIN (On Going)
  • WAITERS
  • KEISYA
  • MAHENDRA
  • My Bad Girl #BadSeries✔

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines