MOVE ON
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 7, 2019
Kisah perjalanan Fenyta menuju dunia per-move on -an bagaimana kira-kira kisahnya? Berhasilkah Fenyta melupakan sang mantan kekasih? Kisah ini berawal ketika Dinda sahabat Fenyta memenangkan giveaway buku limited edition penulis favoritnya, kemudian menyodorkan buku hadiah giveaway yang berjudul Rahasia Cepat Move On karya Adinda Dyah Pitaloka itu kepadanya. Dari sanalah awal mula gagasan cepat move on itu bermula.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Say Bye
  • Apa Kabar, Luka? (TAMAT)
  • Roller Coaster
  • Pulih (Sekuel Shila) [END]
  • Rasa&Rahasia (Masih Berlanjut)
  • Sebuah Nama Tanpa Cerita
  • When She Meets The Bad Boy [COMPLETED]
  • Kalau Cinta Bilang, Dong! (Selesai)
Say Bye

Setelah Ervan memutuskannya enam tahun lalu, Qia hanya ingin hidupnya baik-baik saja. Dia ingin kerja dengan giat, punya banyak teman, makan teratur, serta tidur nyenyak tanpa harus menonton video mukbang atau ASMR dulu di YouTube alih-alih untuk mengalihkan rasa sakit di hatinya yang selalu datang setiap malam. Keinginan itu tidak muluk, cenderung mudah, tapi kenapa terasa sangat sulit untuknya? Terlebih saat Ervan tiba-tiba mengumumkan pernikahan, semua rencana hidup baik-baik saja yang Qia susun, hancur berantakan. Qia hilang arah. Tidak mau Ervan melihatnya masih berantakan, segala upaya Qia lancarkan agar terlihat bahagia di depan cowok itu. Dari mulai mengencani banyak cowok hingga dia tidak sengaja menjadi selingkuhan orang. Atau juga belajar menerima Adi, cowok yang pernyataan cintanya selalu dia tolak dari SMP, sebagai masa depannya nanti. Namun, ketika hidup Qia sudah berjalan sebagaimana keinginannya, Ervan justru kembali lagi. Dan fakta yang baru diketahui Qia tentang cowok itu membuat keputusannya untuk terus berjalan ke depan, seketika penuh dengan keraguan dan tanda tanya. Dalam kisah ini, sebenarnya siapa yang lebih terluka? Dia atau Ervan? "Di waktu-waktu yang akan datang, sebanyak apa pun selamat tinggal terucap dalam kisah ini, aku harap tetap kamu tempatku kembali." *Cerita ini diperuntukkan pada pembaca yang sudah berumur 19+

More details
WpActionLinkContent Guidelines