REMEMBER WHEN

REMEMBER WHEN

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 4, 2020
" Apapun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada disana, menunggumu mengakui kebenarannya. " Bagi kita, senja selalu sempurna, bukankah sia sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukannkah takdir kita sudah jelas ? Lalu, saat kau berkata " Aku mencintaimu ", aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Akankah kata katamu itu ambigu? Atau, aku aja yang menganggapnya terlalu satu ? " Aku mencintaimu ", katamu. Tahukah kamu apa artinya? Tahukah kamu kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna ? " Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu. " - Like - Coment Semoga sukaaa ;)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Never Be The Same
  • Twins Different ( End )
  • East sky first love
  • dimana janji tersebut
  • The Most Beautiful Fan (TAMAT)
  • Renata Keyla ✔
  • Rahellitha
  • Terlalu Malas Jatuh Cinta ✓
  • Three Targeted Girls!!

Aku dan kau, kita adalah dua bintang di galaksi yang sama, namun berada pada orbit yang tak pernah berpotongan. Kita bersinar di langit yang sama, berbagi malam yang sama, tetapi tak pernah bisa saling menyentuh. Alasya dan Rey, dua jiwa yang tersesat di antara perasaan dan takdir yang tak bisa mereka kendalikan. Setiap detik di antara mereka adalah ketidakpastian, seakan senja selalu berhenti pada titik di mana mereka bisa bertemu, tetapi tak bisa bersatu. Bagi Alasya, cinta adalah perasaan yang hadir tanpa diminta, namun selalu berakhir dengan pengorbanan. Sedangkan bagi Rey, cinta adalah mimpi yang ingin ia genggam, tetapi selalu lepas seperti pasir di sela jemari. Suatu hari, Rey berbisik, "Aku mencintaimu." Tapi apakah kata itu cukup? Apakah satu kata mampu menghapus segala jarak di antara mereka? Mampukah kata itu mengubah takdir mereka? Alasya dan Rey harus memilih: bertahan dalam keheningan yang aman atau melawan takdir, meski tak ada jaminan akan bahagia. Akankah mereka berani mengubah garis hidup yang telah dituliskan, atau justru membiarkan perasaan mereka menjadi kenangan senja yang tak sempurna?

More details
WpActionLinkContent Guidelines