Bangtan family

Bangtan family

  • WpView
    Reads 460,860
  • WpVote
    Votes 30,216
  • WpPart
    Parts 58
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 4, 2020
Pernah kebayang ga?serumah sama 7 Abang yang super duper receh dan super duper ngeselin?!ya walopun mereka ganteng si.. Tetapi.. mereka lebih memilih untuk menutupkan bahwa gue adik nya.. mereka banyak banget fans nya.. jadi mereka gamau kalo gue akan terkena omongan pedas dari para fans nya itu.. Eomma kami sudah meninggal.. Pada saat melahirkan Agatha.. Dan saat itu juga appa slalu kasar pd Agatha! Kalian ingin tau kisah lanjutnya gimana?ikutin terus ya!jangan lupa vote and comment!🍃 Gue sayang kalian para Abang2 laknat! - KimAgatha Ps : bahasa kurang baku mon maap hehe✌🏼 Pringkat 🏆 : • 1 #bangtanfamily • 1 #brotherbts • 1 #jungkook • 1 #jeyhope • 1 #btsfamily
All Rights Reserved
#11
tetet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • ADEK ✔ [Revisi]
  • Mianhae Jungkookie [END ✔️]
  • Seven brother ✔ || BTS •END•
  • Rainbow For You🐰[END]
  • My Friend
  • Best Brothers
  • Kesayangan Keluarga JEON🐰
  • RETURN

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines