Almanak Rahim

Almanak Rahim

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Jul 10, 2019
Saya adalah makhluk hidup yang terkomposisi sangat baik. Saya diciptakan Tuhan sebagai apa-apa yang paling cinta dan juga yang paling dosa. Syaitan dan Malaikat adalah dua sisi yang tumbuh mesra dalam jiwa saya. Saya dilahirkan oleh seorang wanita (Ibu) yang dengan sengaja Tuhan berikan rahim yang mewujud dasar kehidupan sebagai bentuk cintanya. Pada suatu kehidupan yang saya miliki, saya benar-benar sadar bahwa hidup bukanlah pilihan melainkan ketersesatan. Pilihan adalah sesuatu yang lahir setelah saya tersesat sewaktu pertama kali terlahir dari rahim Ibu dan menghirup udara bumi. Pilihan yang lahir justru akan melahirkan kembali ketersesatan itu. Setiap pilihan yang saya pilih, selalu berakar pada ketersesatan, pun begitu dengan cabang-cabang pilihan yang saya pilih. Tapi dengan itu saya sadar, bahwa kepergian saya dalam ketersesatan justru membuat saya semakin menuju rumah. Ketersesatan ini membantu saya memahami bahwa sejauh apapun saya pergi, saya akan selalu menuju rumah. Sampul oleh : Stefan Zsaitsits
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • She Is not Cleopatra
  • CINTA SEORANG GUS [BELUM REVISI]
  • Astagfirullah, Sabrina! (TERBIT)
  • PERANTARA SURGAKU [END]
  • Ku Pilih Jalur Langit
  • Assalamualaikum Cinta
  • Guide to Jannah [END/REVISI]
  • Ma'mumku??? ✔ [Completed]

"Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah yang terbaik untukmu! Dan karena itulah, kalbu seorang pencinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya."-Rumi ----- "Tuhan sedang menarikmu menuju apa yang menjadi rencana-Nya," ucapan itu membuat hatiku bergetar. Aku menatap mata coklat gelapnya sembari menahan perihnya darah segar yang mengalir di lengan kananku. Napasku tercegat saat aku menatap hanya debu dan pasir yang betebaran menutup arah penglihatanku. "apa kita bisa kembali?" tanyaku. Mata Zaidan menampakkan kilauan harapan seakan mengatakan "percayalah Tuhan akan mengirimkan seorang malaikat tanpa sayap untuk menolong kita" secara tersirat. Lantas ia mengangguk yakin menatapku. Aku terdiam saat suara itu terdengar jelas di telingaku, "طبيبة" teriakan itu menggema diantara puing-puing bangunan yang begitu memiluhkan. "Aisyah," panggilku memastikan. "ZHAFIRA!!! ZAIDAN!!!" "itu suara Yusuf," gumam Zaidan yang kubenarkan. "begitu dekat untuk meyakinkan hatimu akan bertahan kepada siapa." Aku terdiam tak menanggapi ucapan pria tampan ini. Hatiku kembali diragukan oleh perasaan cinta dan kekaguman pada makhluk-Nya. Ternyata benar apa kata Zaidan, bahwa Tuhan sedang menarikku menuju apa yang direncanakan-Nya. Dan kini adalah waktuku untuk menerima rencana itu dan memutuskan kemana hatiku akan berlabuh. ----- "Teruntuk dia yang ada dalam gemuruh porak porandanya padang pasir dan kisahnya, teruntuk seseorang yang melabuhkan perasaan dan melangitkan doanya dalam sebuah peradaban bumi para nabi. Aku hanyalah seseorang yang berusaha menjadi Kartini untuk menegakkan keadilan bagi perempuan dan menjunjung tinggi kedamaian di dunia. Aku tak memiliki banyak kekuasaan, karena aku bukan termasuk sederet perempuan sempurna Mesir dengan segala pesonanya. Aku bukan Cleopatra." -Zhafira Aisyah Farida-

More details
WpActionLinkContent Guidelines