We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rehat
  • WpView
    Reads 598
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Sun, May 23, 2021
WpInfo
Poetry
Aksara yang berbicara.... . . .
All Rights Reserved
#75
true
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • STOLEN FROM MY BROTHER | on going
  • Dosen itu suamiku {SALMA X RONY}
  • The relationship between boss and employee
  • The Deal, The Genius, and The Girl
  • mama...... papa....... aku hanya ingin bahagia bukan menderita
  • Leonids
  • our little sunshine | sunoo
  • Dua Pilihan(Deva Kiara)
  • pak dosen

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines