Rela (kan) Terang

Rela (kan) Terang

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 9, 2019
"Aku tak tahu berapa kata yang harus aku tulis untuk mengantarmu pergi,brapa sajak yang harus ku karang untuk bekalmu di sana,aku hanya sebuah langit yang kehilangan bintangnya di kala bintangku lenyap bersama rembulan di selimuti awan kabut yang pekat,aku hanya mampu menurunkan hujan dari kepekatan hati ini.... Bintangku,maafkan aku yang hanya mampu diam membisu membiarkan angin menjelaskan semua ketakutan dalam hati yang tak mampu kehilangan bintang walau sesaat.. Wahai bintangku! Pergilah sejauh kau mau dan kau bisa! Aku akan tetap di sini bersama kawanku bulan,dan aku akan menantimu kembali meski sang matahari merayuku untuk meninggalkanmu,namun aku yakin di balik kepekatan awan hi malam masih ada bintang di sana Di antara bintang yang jauh menghilang ada langit yang merindukan kehadirannya".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • STAR
  • Langit Masih Punya Bintang (EDITED)
  • langit biru
  • Fall Into You [ end ]
  • My Beloved Enemy
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • DEARWA [END]
  • Pelangi sehabis hujan
  • FOR MY LINTANG [Revisi]

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines