RUMOR
  • WpView
    Reads 334
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
#5 dalam loveteen [13-8-2019] ....... "Gue udah berubah. Gue udah nggak seperti itu. Kenapa dunia jahat banget sama gue." Erika terus-menerus menangis. Lama mereka diam, hanya suara tangis Erika yang terdengar. Ana terus mengelus punggung seniornya itu agar lebih tenang. "Aku percaya sama kamu. Aku percaya kamu sudah berubah. Aku percaya." Kata Mario memcoba meyakinkan. Tangis Erika kini mereda, ia menatap wajah Mario. "Bukan cuma aku yang percaya, banyak teman-teman lain yang percaya Bu dina, Marwah, kita semua percaya sama kamu. Jangan dengarkan apa yang orang lain bilang. Cukup dengar kami, orang-orang yang benar-benar peduli sama kamu. Nenek kamu akan lebih kecewa jika melihat kamu seperti ini, terpuruk seperti ini. Kamu harus kuat. Masalah ini hanya masalah kecil dibanding apa yang pernah kamu lewatin. Sikap kamu yang seperti ini malah membuat mereka-mereka yang mencoba menghancurkan kamu merasa menang. Kamu harus kembali." Nafas Erika masih terdengar isaknya. Ana terus mengelus punggung seniornya itu. Mata Mario menatap sangat lekat mata Erika untuk meyakinkannya. "Kami akan menunggumu." .......
All Rights Reserved
#644
teenromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CLASS F
  • SABDA [Moving]
  • About YOU
  • Inersia
  • METAMORFOSA | ✔
  • Aftermath [COMPLETED]
  • SORRY, I Love You
  • KELAS ABSTRAK
  • Senior Junior [SELESAI]
  • Where The Feelings
CLASS F

Kelas F di mata penghuni sekolah : 1. Kumpulan anak dengan IQ jongkok. 2. Penghuni tetap ranking 20 terbawah di jurusannya. 3. Solidaritas dalam kelas nilainya F alias fana. Nyaris tidak pernah tercipta. 4. Trouble maker alias parasit sekolah. 5. Para pemilik masa depan kurang jelas. Perihal pernyataan di atas fakta atau bukan, itu tergantung cara kalian memandangnya. Yang jelas, anak-anak itu tidak peduli, atau memilih untuk masa bodoh dengan penilaian manusia-manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Mereka tidak peduli dengan nilai ulangan yang tidak mencapai KKM, dengan materi pelajaran yang diberikan guru, dengan PR yg harus dikumpulkan tepat waktu, dengan tata tertib dan aturan yang tidak boleh dilanggar, juga tentang ujian nasional yang katanya menentukan masa depan. Hingga suatu hari, sang wali kelas terancam dipecat karena dianggap gagal mendidik mereka. Hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan anak-anak itu. Menjadi egois atau peduli. °°° A/n. Cerita ini ditulis sebagai salah satu bentuk kampanye #IndonesiaMembaca dengan bertemakan Teen Literature. #TeenlitIndonesia @teenlitindonesia

More details
WpActionLinkContent Guidelines