RUMOR
  • WpView
    Reads 333
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 5, 2020
#5 dalam loveteen [13-8-2019] ....... "Gue udah berubah. Gue udah nggak seperti itu. Kenapa dunia jahat banget sama gue." Erika terus-menerus menangis. Lama mereka diam, hanya suara tangis Erika yang terdengar. Ana terus mengelus punggung seniornya itu agar lebih tenang. "Aku percaya sama kamu. Aku percaya kamu sudah berubah. Aku percaya." Kata Mario memcoba meyakinkan. Tangis Erika kini mereda, ia menatap wajah Mario. "Bukan cuma aku yang percaya, banyak teman-teman lain yang percaya Bu dina, Marwah, kita semua percaya sama kamu. Jangan dengarkan apa yang orang lain bilang. Cukup dengar kami, orang-orang yang benar-benar peduli sama kamu. Nenek kamu akan lebih kecewa jika melihat kamu seperti ini, terpuruk seperti ini. Kamu harus kuat. Masalah ini hanya masalah kecil dibanding apa yang pernah kamu lewatin. Sikap kamu yang seperti ini malah membuat mereka-mereka yang mencoba menghancurkan kamu merasa menang. Kamu harus kembali." Nafas Erika masih terdengar isaknya. Ana terus mengelus punggung seniornya itu. Mata Mario menatap sangat lekat mata Erika untuk meyakinkannya. "Kami akan menunggumu." .......
All Rights Reserved
#38
loveteen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MoodBoster [THE END]
  • SORRY, I Love You
  • CLASS F
  • My teacher is My husband -- OSH [Complited √]
  • KELAS ABSTRAK
  • Miracle (Completed)
  • M Y   B A D B O Y (Completed)
  • Just Friend
  • Where The Feelings
  • Senja dan Langitnya

[THE END] *REVISI* " Bahagia itu, mirip ice cream. Sederhana, juga manis. Tapi jika ice cream itu mencair, maka akan berubah menjadi sebuah tangisan " Pertemuan pertama itu sangat berarti bagi Pamela. Dan pertemuan pertama itu juga mengubah dirinya. Entah bagaimana caranya, dia bisa membuat Pamela selalu tersenyum saat di sampingnya. Walau sebesar apapun masalah yang ada, saat bersamanya, tangisan bisa berubah menjadi senyum. Hingga muncul rasa nyaman dalam diri Pamela. Hingga suatu ketika, dia pergi dan entah kembali atau tidak. Menyisakan kenangan manis dan tetesan air mata. " Apakah kamu pernah melihat hujan di bawah terik matahari? " " Tidak " " Pergilah, aku akan membuatnya untukmu dan aku harap kau membencinya "

More details
WpActionLinkContent Guidelines