Pelangi ❋ seungwoo

Pelangi ❋ seungwoo

  • WpView
    Reads 889
  • WpVote
    Votes 98
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 22, 2020
❝ Menyapa dan hilang Bagai pelangi yang indahnya hanya sesaat❞ Disya Adeena, seorang ilustrator freelance yang kehilangan pekerjaan karna Hanggara, klien-nya yang super nyebelin dan bermulut pedas. Hanggara lalu menawari Disya untuk bekerja sebagai asisten pribadi, yang dengan bodohnya diterima Disya. Hanggara Xavier adalah penulis novel thriller dan misteri yang sedang naik daun. Karna kurangnya pengalaman dalam hal percintaan membuatnya enggan untuk menulis cerita romansa. Namun kali ini dia menantang dirinya sendiri. Dia meminta Disya sang asisten untuk membantunya mempraktekan adegan-adegan romantis dalam novelnya untuk mendapatkan "feel" Setiap adegan romantis yang mereka lakukan selalu mengena untuk Disya, tapi Hanggara selalu bersikap seolah semua keromantisan yang mereka lakoni bukanlah apa-apa. "Itu kan cuma bagian dari pekerjaan" ─Hanggara. "Emang kaya pelangi, indahnya cuma sesaat" ─Disya. ©cupoftaey 2019
All Rights Reserved
#34
jinhyuk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Semesta Memelukmu
  • Tidak ada yang pernah mendengar teriakku
  • Possessive Badboy [END]
  • BINTARI [TAMAT]
  • Kalista ( Complete ) :  "Yang Terbuang"
  • Become an Antagonist Fiance (SELESAI)
  • KIARA [End]
  • Hidden Pain
  • Aksaza||Tulisan Senja
  • 2D (Dilla & Dian)

Disclaimer! -100% Fiction -All picture are from ig & pinterest -100% originally mine Selama empat tahun, Migu mencari Lea-gadis yang tiba-tiba menghilang bersama keluarganya hanya sehari setelah ayah Lea meninggal. Namun, pertemuan kembali di sebuah kafe bergaya vintage dekat kampus lama mereka bukanlah seperti yang Migu bayangkan. Lea yang kini ditemuinya tampak berbeda jauh dari sosok ceria yang dulu senang melompat kegirangan saat dibelikan es krim. Gadis itu kini pendiam, penuh ketenangan yang terasa asing. Migu tahu, ada banyak hal yang pasti telah terjadi selama empat tahun terakhir, dan semuanya telah mengubah Lea. Lebih mengejutkan lagi, Lea yang dulu selalu menghindari jurusan kuliah Migu kini justru memilih jalan yang sama-Sistem Informasi. Padahal dulu, impiannya adalah belajar Tata Boga, menjadi seorang chef, dan membuka kafe bernuansa bunga dengan sentuhan modern dalam warna-warna pastel kesukaannya. Migu selalu ingat betapa Lea mencintai impian itu-dan bahkan di hatinya sendiri, dia ingin mewujudkannya untuk Lea. Namun, Lea yang sekarang seolah menjaga jarak, menutup diri setiap kali percakapan menyentuh masa lalu, dan menolak setiap tawaran bantuan darinya. Perlahan, Migu mulai menyadari bahwa Lea mungkin tak lagi membutuhkan kehadirannya. Apakah masa mereka telah berakhir empat tahun lalu? Apakah hanya Migu yang masih terjebak dalam kenangan itu? Sekarang, di antara kebingungan perasaannya, Migu tahu ia harus memilih. Haruskah ia berusaha membuat Lea kembali seperti dulu? Ataukah sebaiknya dia fokus pada masa depan dengan Nadine, kekasih yang seharusnya menjadi prioritasnya? Namun, di tengah semua keraguan itu, ada satu pertanyaan yang terus menghantui: Apakah Lea hanya sekadar 'adik' baginya? Ataukah selama ini Migu telah menutupi perasaan yang sebenarnya dengan dalih persaudaraan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines