Mencintaimu

Mencintaimu

  • WpView
    Reads 835,305
  • WpVote
    Votes 114,468
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 1, 2021
Ada banyak cara untuk jatuh cinta. Pada sebagian orang bentuknya adalah kata-kata tersurat dan juga tindakan-tindakan yang tegas. Pada sebagian lainnya, wujudnya adalah pekikan-pekikan kemarahan, cemburu yang disembunyikan perasaan ragu, juga dalam corak perhatian yang hanya mampu ditangkap dari raut. Sebagian yang lain, mengartikan cinta sebagai sesuatu yang sebebas udara lepas. Dibiarkan bergerak bebas, dengan keyakinan bahwa ia adalah sebentuk rumah. Sejenis cinta diam-diam yang menghangatkan dada. Tapi bagaimana, jika kita tidak pernah dicintai dengan cara yang kita ingin? Kisah sederhana ini saya sampaikan, untuk mereka yang jatuh cinta dalam bahasanya masing-masing. Bagian pertama, dari trilogi #SebuahProses Mencintaimu.
All Rights Reserved
#20
mencintaimu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • When Two Hearts Collide
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Sekali Lagi (End)
  • PAIN (TERBIT) ✔
  • Erlangga
  • Takdir (Bukan) Pilihan

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines