Teras Rumah

Teras Rumah

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 4, 2020
"Tidak bermaksud menyinggung, tapi katakan lagi, berapa usia bapak?" tanya Tono sambil terus menatap jalanan di hadapannya. "Itu terlalu kejam untuk sebuah pembuka." "Apa yang selalu dipikirkan oleh orang-orang dewasa?" tanyanya lagi. Pak Prahadi mengeluarkan sebungkus rokok dari saku celananya. "Banyak hal," Ia mengambil sebatang rokok lalu menunjukannya di depan Tono. "Contohnya, ini. Bagaimana cara membeli ini sekalipun sedang sekarat." ••• Banyak cerita-cerita yang akan datang di waktu-waktu yang tak pernah terduga. Entah akan berapa banyak, dan entah kapan datang, dan belum tahu dimana akan berhenti. Sampai selama itu, dunia akan terus berjalan dan kamu tidak perlu repot-repot menunggu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Tetangga My Friend [LENGKAP]
  • Naruto : Cursed Mirrors
  • Apa Salah Ku? [TIDAK DI LANJUTKAN]
  • Caramel Maskiato - END (KaryaKarsa)
  • Maaf' (Revisi)
  • Behind Our Fate
  • TERAMBAU : Kumpulan Cerita Pendek
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )

Tulisan nggak ada attitude-nya. Airen dan Ridwan tetanggaan, sekelas, dan sering tebeng-tebengan. "Drama apa lagi ini?" tanya reader. "Koplak pokoknya," jawab author. Alurnya jelas, penggambarannya ngeblur. Tokohnya remaja, otaknya edisi penuaan. Kelakuan konyol, alhamdulillah kaga typo (y sama t deket euy) Skil nulis masih ikan hiu makan tomat (goblog). Hujat aja gapapa! Anak kecil usia 3 sampe 7 tahun digandeng dulu, 8 sampe 15 tahun lebih baik minggir. 16+ serah kalian.. "Cerita dewasa ya, kak?" tanya reader entah mana lagi. "Pedoman nyebrang jalan aja." See you di dalem ^^

More details
WpActionLinkContent Guidelines