We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Teras Rumah

Teras Rumah

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 4, 2020
WpInfo
Fanfic
1Direction
"Tidak bermaksud menyinggung, tapi katakan lagi, berapa usia bapak?" tanya Tono sambil terus menatap jalanan di hadapannya. "Itu terlalu kejam untuk sebuah pembuka." "Apa yang selalu dipikirkan oleh orang-orang dewasa?" tanyanya lagi. Pak Prahadi mengeluarkan sebungkus rokok dari saku celananya. "Banyak hal," Ia mengambil sebatang rokok lalu menunjukannya di depan Tono. "Contohnya, ini. Bagaimana cara membeli ini sekalipun sedang sekarat." ••• Banyak cerita-cerita yang akan datang di waktu-waktu yang tak pernah terduga. Entah akan berapa banyak, dan entah kapan datang, dan belum tahu dimana akan berhenti. Sampai selama itu, dunia akan terus berjalan dan kamu tidak perlu repot-repot menunggu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naruto : Cursed Mirrors
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )
  • Naruto : Õtsutsuki Ñaruto
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • My Tetangga My Friend [LENGKAP]
  • Maaf' (Revisi)
  • Behind Our Fate

"... Aku terbangun berjam-jam kemudian dengan lengan yang hilang" "Itu menarik, sepertinya wadahnya lebih kuat dari yang diharapkan ... tidak masalah, hanya sedikit gangguan" Orochimaru menepis cerita Kabuto dengan sedikit keraguan. Mengangguk, Kabuto menunggu sesaat sebelum mengambil secarik kertas dari celananya, melirik sekilas untuk memastikan isinya. "Ada satu hal lagi, Tuan Orochimaru" menarik perhatian tuannya sekali lagi "Naruto menitipkan ini padaku, katanya..." "Serahkan monyet tua itu padaku"

More details
WpActionLinkContent Guidelines