Story cover for Teras Rumah by kidoster
Teras Rumah
  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jul 09, 2019
"Tidak bermaksud menyinggung, tapi katakan lagi, berapa usia bapak?" tanya Tono sambil terus menatap jalanan di hadapannya.

"Itu terlalu kejam untuk sebuah pembuka."

"Apa yang selalu dipikirkan oleh orang-orang dewasa?" tanyanya lagi.

Pak Prahadi mengeluarkan sebungkus rokok dari saku celananya. "Banyak hal,"

Ia mengambil sebatang rokok lalu menunjukannya di depan Tono. "Contohnya, ini. Bagaimana cara membeli ini sekalipun sedang sekarat."

•••

Banyak cerita-cerita yang akan datang di waktu-waktu yang tak pernah terduga. Entah akan berapa banyak, dan entah kapan datang, dan belum tahu dimana akan berhenti. Sampai selama itu, dunia akan terus berjalan dan kamu tidak perlu repot-repot menunggu.
All Rights Reserved
Sign up to add Teras Rumah to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
PENGERAJIN DAN PEDANG LEGENDARIS by dewqputra
67 parts Ongoing
Di sebuah negeri kuno, para pendekar hebat bertarung bukan hanya dengan kekuatan, tapi juga dengan jiwa pedang yang ditempa oleh Pengerajin Agung. Cerita berfokus pada Arka, seorang pengerajin muda yang tanpa sengaja menempa pedang legendaris yang dapat memilih tuannya sendiri. Namun pedang itu justru menyatu dengan dirinya. Arka harus bertarung, belajar, dan melintasi negeri penuh konflik demi menemukan rahasia warisan darahnya-bahwa ia bukan hanya pengerajin biasa, tapi penerus klan pembuat pedang suci yang telah punah. Halaman 1: Desa Tempa Api Panel 1: Gambar: Sebuah desa di lembah pegunungan, asap mengepul dari bengkel-bengkel besi. Teks narasi: "Di lembah terdalam negeri Nirbara, suara palu lebih nyaring dari doa..." Panel 2: Gambar: Seorang pemuda berkeringat, memalu besi dengan wajah penuh tekad. Teks dialog (Arka): "Aku tak akan menempa untuk perang. Tapi untuk harapan." Panel 3: Gambar: Pedang separuh jadi di atas tungku menyala. Api menyala tidak biasa-berwarna biru lembut. Teks narasi: "Tapi api punya kehendaknya sendiri..." --- Halaman 2: Percikan Tak Biasa Panel 1: Gambar: Arka meneteskan darah di besi tanpa sengaja. Teks narasi: "Sedikit luka, namun cukup untuk membangkitkan sesuatu yang lama tidur." Panel 2: Gambar: Besi menyerap darah dan mulai bersinar samar. Teks dialog (Arka): "Apa ini...?" Panel 3: Gambar: Pedang melayang perlahan dari tempatnya, belum selesai, tapi hidup. Teks narasi: "Ia belum jadi. Tapi sudah sadar." Kutipan halaman: "Tak semua yang hidup harus bernapas. Ada yang cukup dengan luka."
You may also like
Slide 1 of 9
Naruto : Cursed Mirrors cover
My Tetangga My Friend [LENGKAP] cover
Apa Salah Ku? [TIDAK DI LANJUTKAN] cover
TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE ) cover
Ranendra dan Dunianya cover
Tenggelam Dalam Rindu  cover
Suamiku Amnesia (REPOST) cover
Caramel Maskiato - END (KaryaKarsa) cover
PENGERAJIN DAN PEDANG LEGENDARIS cover

Naruto : Cursed Mirrors

19 parts Complete

"... Aku terbangun berjam-jam kemudian dengan lengan yang hilang" "Itu menarik, sepertinya wadahnya lebih kuat dari yang diharapkan ... tidak masalah, hanya sedikit gangguan" Orochimaru menepis cerita Kabuto dengan sedikit keraguan. Mengangguk, Kabuto menunggu sesaat sebelum mengambil secarik kertas dari celananya, melirik sekilas untuk memastikan isinya. "Ada satu hal lagi, Tuan Orochimaru" menarik perhatian tuannya sekali lagi "Naruto menitipkan ini padaku, katanya..." "Serahkan monyet tua itu padaku"