Anastasya

Anastasya

  • WpView
    Leituras 41
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jul 23, 2019
Apakah diharamkan untukku bahagia? Apakah jika aku bahagia dunia akan runtuh? Lalu? untuk apa aku ada di dunia ini? Untuk apa aku hadir di dunia ini? Hanya untuk disakiti? Untuk dilukai? Bolehkan aku bertanya kepada sang pencipta, kapan penderitaan ini segera berakhir? Kapan kebahagiaan itu datang? Dosa apa yang telah aku lakukan di masa lalu? Tuhan ... aku menyerah. Aku, benar-benar menyerah.
Todos os Direitos Reservados
#27
silvia
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Take My Hand And Never Let It Go
  • Risalah Hati (ZeeSha) [END]
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • senja di matamu
  • Aisyah
  • Arti Hadirku
  • Shatter ✓
  • PULANG  [COMPLETE]
  • Who Am I

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo