BACK IN BELIEVING IN LOVE

BACK IN BELIEVING IN LOVE

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 10, 2019
Echa gadis manis yang terkadang bersikap dingin kepada orang dan selalu acuh terhadap keadaan sekitar nya. Echa selalu bertekad dalam hati nya bahwa tak akan ada lagi kata cinta dalam hidupnya dan sudah menutup hati nya rapat-rapat agar tak ada yang bisa memasuki hatinya yang sudah lama di kuncinya. Adakah lelaki yang dapat membuka hati Echa yang sudah lama terkunci itu?Siapa lelaki itu, mampu kah dia menembus hati seorang Echa? Happy reading:)
All Rights Reserved
#369
fantasiremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Langit dan Cahayanya
  • Jangan Jatuh Cinta Padanya [END]
  • My posesif man!
  • Perfect Love
  • Arsyilazka
  • Dialog Dari Ranum
  • RAVASYA [END]
  • ABELLA(kau datang membawa cinta dan juga kau pergi menyisakan luka)

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines