Ceisya-yang

Ceisya-yang

  • WpView
    Reads 298
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 30, 2020
Bimo Arkhan Maulana. Cowok tengil yang suka mengganggu sahabatnya sendiri. Namun Bimo paling tidak suka kalau ada orang lain yang ganggu sahabatnya itu. Namanya Ceisya Alleya. Cewek yang entah kapan akan sadar kalau sahabat cowoknya itu sudah mengkhianati persahabatannya secara diam diam dengan cara menaruh rasa sayang yang lebih dari sekedar sahabat. Oh, mungkin rasa itu sudah menjalar dan sudah bisa dikatakan, bahwa Bimo mencintai Ceisya. Ya, Bimo mencintai Ceisya. "Sok tau lu. Gue sama Ceisya cuma sahabatan doang. Elah." Kata Bimo dalam lisannya. Bimo benar benar berdusta. Sampai kapan Bimo akan menyebut Ceisya hanya sebatas sahabat perempuannya saja? Atau Bimo tidak akan pernah mengakuinya? Nantikan kisah kelanjutan cerita persahabatan lawan jenis ini. Semua pertanyaan dan kemungkinan kemungkinan lain akan terjawab.
All Rights Reserved
#9
ceisya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • CINTA TAK PERNAH SALAH (SELESAI)
  • Lo Dan Mo Dan Segala Kemungkinan
  • INDESTRUCTIBLE [TAMAT]
  • Cinta Dikejar Deadline
  • Surat Untukmu
  • Friends with Benefits
  • Ajarkan Aku Untuk Mencintaimu

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines