Putaran Waktu

Putaran Waktu

  • WpView
    Reads 309
  • WpVote
    Mga Boto 76
  • WpPart
    Mga Parte 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Jan 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Indah. Awalnya demikian. Tak peduli, lanjutkan saja, dan masa bodoh. Tetapi, bukankah manusiawi jika perempuan menaruh secelah harap akan kepastian? Menyenangkan. Awalnya demikian. Senyum, menjalani dengan ikhlas, dan semangat yang membara. Tetapi, bukankah manusiawi jika seorang mahasiswa merasa lelah sampai ke fase frustasi? Menjengkelkan. Awalnya demikian. Jail, sok kenal, dan peduli. Tetapi, mengapa terlihat sia-sia? Ah ternyata karena perbedaan besar di antara mereka. Mustahil bisa. Hanya sebatas khayalan dan angan semu.
All Rights Reserved
#36
maba
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Jomblo di eskul Pramuka
  • HSM 1: OLYMPIADS [END]
  • ALVIN (On Going)
  • Hanromania
  • My Duchess / End
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • DEPHELINE

"Mulai hari ini kamu ibu masukkan ke dalam eskul pramuka, bahagialah!" Entah kenapa di akhir kalimat, pengucapan ibu Fatimah begitu menekan ke dalam jantungku. "Tung--Tunggu dulu bu. Saya belum pernah menyetujuinya" "Apakah itu harus?" Nada dingin dan sentuhan tangan beliau langsung menjalar ke urat nadiku "I--itu tergantung dengan situasi dan persepsi dari--" "Mana jawabanmu?" "Baik bu" Sial... Kenapa mulutku tak memikirkan nasibku yang akan datang. "Yaah, ibu tau kamu malu kok" (Bu! Hentikan omong kosong anda) Begitulah kalau aku punya nyali untuk mengucapkannya. "Nandi, mulai hari ini, dia bergabung dengan eskul pramuka" Ibu Fatimah mendekati seorang wanita yang dari tadi memperhatikan kami. Kalau aku bilang, lebih seperti seorang anak kecil sedang memperhatikan anak kecil lainnya yang sedang dipaksa oleh orang yang lebih tua. Entah apa yang mereka bisikkan di sana, tapi aku yakin, pasti itu bersangkutan dengan privasi yang kujaga lebih dari apapun. "Dimas, Nandi juga setuju dengan ini. Jadi kau sepulang sekolah bisa langsung ke ruang pramuka nanti" Lalu beliau tersenyum. Entah kenapa senyuman tersebut mempunyai maksud yang berbeda dari apa yang dia katakan sebelumnya "Jangan kabur ya..."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman