Mirror Witch

Mirror Witch

  • WpView
    Reads 13,748
  • WpVote
    Votes 2,819
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 23, 2024
Elzoya Adams, putri bungsu Gubernur Ibu Kota yang selalu menjadi satu-satunya yang selamat dari serangkaian peristiwa berujung kematian. Alih-alih menjadi saksi, masyarakat hingga polisi setempat justru mencurigainya sebagai tersangka. Hal tersebut terus berulang sehingga ia mendapat julukan Si orang gila. Bukan tanpa alasan. Zoya bisa melihat kematian di tiga menit terakhir hidup seseorang. Belakangan, Zoya tahu bahwa dia seorang penyihir setelah masuk ke Zeroverch Academy, sekolah bagi mereka yang berkekuatan tak masuk akal seperti dirinya yang terletak di suatu pulau antah berantah bernama Zeroverch Land. Di kiranya akan hidup bebas dan mendapat kesenangan, Zoya lagi-lagi dijadikan tersangka atas kematian sahabat baik Troy Marvelo, penyihir terkuat golongan Virigo. Hidupnya tak lagi aman setelah itu. Sialnya, di mana ada serangkaian kematian yang terjadi, maka jejak Elzoya Adams selalu turut menyertai. ♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡ Ainun Fadillah
All Rights Reserved
#182
writteninaction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS
  • jill and the school, siapa yang tidak nyata?
  • mylize magic
  • Mind Seth [END]
  • THE LIZARD III: BLOOD OF DEATH
  • The Eternal Suffering: Immortality
  • HOLDER : Descendants of The Witch (END)
  • Night Stalkers
  • Syahdan ✓
  • Kimberly Academy

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines