Hantu Tampan

Hantu Tampan

  • WpView
    Reads 1,613
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 13, 2019
WpInfo
Fiction
Horror
"Aaaaaaa ......." Teriak Cindy . Dengan cepat pria itu menutup mulut Cindy dengan tangannya . "Sutt .....jangan teriak ." Ucap pria itu dengan menatap Cindy tajam . Cindy pun mengangguk menghiyakan , setelah Cindy diam pria itu pun melepaskan tangan nya dari mulut Cindy . **Penasaran dengan pria yang menutup mulut Cindy ...baca kelanjutanya ya*** Maaf apabila bayak typo yang salah atau kurang tepat Selamat membaca
All Rights Reserved
#150
tasya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Summer Love
  • You're a sunflower
  • Muhasabah Cinta
  • When I'm With You | Jenlisa G!P
  • Disguise... [END]
  • Rindu Arti Bahagia (TAMAT)
  • Go Away [Completed]
  • Iqbaal - IDR
  • BASKARA
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi

Aku pergi bersama Liam ke danau dekat rumah. Kami berdua duduk di tepi danau tersebut. Aku hanya diam kemudian Liam mulai membuka pembicaraan. “Bila kau mencitai pria lain, apa yang akan kau lakukan ?” tanya Liam yang membuatku berhenti melamun “Apa maksudmu ?” tanyaku kebingungan “Bila aku mencintai wanita lain, kau akan marah padaku ?” tanya Liam sekali lagi “Aku tidak tahu. Apa aku harus marah ? lebih baik meninggalkan daripada menunggu” jawabku tegas “Jadi, kau memilih meninggalkan orang yang kau cintai atau orang yang kau sakiti ?” Tanya Liam yang tambah membuatku bingung “Liam apa maksudmu ? aku bingung dengan pertanyaanmu !” jawabku dengan suara tinggi “Marsha, i know ! you love him. I can see that from your eyes. Aku tak mau melihatmu terpaksa mencintaiku” jawab Liam dengan tatapan serius “Masudmu pria itu Zayn ?” tanyaku Liam hanya mengangguk “Liam, please dengarkan aku. Aku tak mau menyakitimu, tapi Zayn memintaku untuk pergi bersamanya besok. Besok hari terakhir dia disini. Biarkan aku pergi bersamanya besok untuk yang terakhir kalinya” kataku yang mulai mengeluarkan air mata. “Itu berarti kau mau meninngalkan orang yang kau sakiti sepertiku. Marsha aku tak memaksamu untuk mencintaiku, tapi aku tak mau melihatmu berpacaran denganku dengan terpaksa” Aku hanya diam membeku. Aku hanya menatap Liam dengan muka yang penuh air mata. Kemudian tak lama Liam beranjak bangun dan mencoba berjalan pergi. Aku menahan tangannya. “Liam, kau masih mau menerimaku untuk menjadi pacarmu ?” tanyaku mencoba “Iya, bila kau sepenuhnya mencintaiku dan melupakan Zayn.aku akan menunggu” jawabnya Aku melepas genggamanku dan membiarkan Liam pergi. Aku tak tahu harus bagaimana, mukaku sudah dibanjiri air mata. Aku tak mau menyakiti Liam, tapi di lain sisi aku mencintai Zayn. Let's read :)

More details
WpActionLinkContent Guidelines