We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pada Waktu yang Allah Pilih

Pada Waktu yang Allah Pilih

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 22, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
College and University
Social Themes
Hanum, seorang perempuan muda yang menyimpan begitu banyak cerita dalam diamnya. Hari-harinya berjalan indah dan sederhana hingga ia bertemu dengan Adnan, laki-laki yang tak pernah ia duga akan hadir dan mengubah banyak hal dalam hidupnya. Pertemuan itu menghadirkan harapan, namun juga ujian. Ketika perasaan itu mulai tumbuh, jalan yang mereka tempuh ternyata tidak selalu searah. Di antara impian, jarak, dan berbagai ketidakpastian, Hanum dan Adnan harus menentukan pilihan: memperjuangkan kisah mereka hingga berakhir dalam ikatan yang halal, atau merelakan satu sama lain demi jalan yang telah Allah tetapkan. Sebab, terkadang cinta tidak hanya tentang memiliki, tetapi juga tentang belajar mengikhlaskan. "Jangan terlalu berharap kepada manusia karena hanya akan membuatmu terluka." - Hanum Putri Zulfikar "Maaf, jika aku telah membuatmu menunggu. Aku sadar, aku memang selemah itu." - Muhammad Adnan Saleh
All Rights Reserved
#275
rohani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Clause of Us
  • Silent Traces by the Sea
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • ONESHOOT 21+
  • Círculo del Destino
  • GARWO KINASIH SANG DALANG

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines