We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
badmood
  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 12, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ini adalah cerita tentang remaja berusia 15 tahun yang sama sekali gamau kenal jatuh cinta karna keseringan di php in dan dia memutus kan untuk merubah pola pikir nya terhadap hal yang ingin dia respon tentang lekaki. Dan perasaan nya saat ini sangat kacau cape banget dengan semua hal.. seperti hal cinta, galau, semua rasanya benerr benerr gua benci Apakah ada orang yang dapat meyakinkan semuaa rasa kecewa tersebut? Yaa kalo kalian mau tau bagai mana , yu di baca ajaa Dan mohon maaf bila ada salah kata dalam cerita ini Selamat membaca :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • BUKA HATI (Completed)
  • Love And Friendship
  • Past Love Part 1
  • Hoping Better
  • DEPHELINE
  • Menunggumu
  • he is my lover
  • You Are Mine [Terbit]
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines