RUZAINA

RUZAINA

  • WpView
    Reads 397
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah Hijrah dan percintaan Ruzaina Zea Alzan gadis 19 tahun.. ia gadis sederhana dengan balutan jilbab cantik nan anggun menutupi mahkota nya. Diikuti Kisah lika liku yang dia hadapi untuk tetap istoqomah dengan ketetapan hijrah nya, dan menetapkan jodoh yang di berikan dari Allah ... Lalu kisah dimana hal yang tidak terduga akan menjadi kehidupan yang indah baginya. Penasaran ceritanya tetap ikuti cerita RUZAINA ....... Dan jangan lupa klik tambahkan ke perpustakaan lalu tekan bintang yang di pojok 😊 Salam saya Ima...
All Rights Reserved
#998
problem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teruntuk Kamu Pemilik Suara [SELESAI]
  • Kayla in Love (END)
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Ketika pilihan Allah menjadi pilihan hati
  • Awal hijrahku
  • The Perfect Wife For Ilyas
  • After Meet You [ REVISI SELESAI ]
  • ISTIKHARAH CINTA
  • CINTA DALAM PENANTIAN [TERBIT ]

[PUBLISH ULANG - FREE FOR READ] Hilya Mafaza Azizi, gadis manis yang mengagumi seseorang tanpa tahu wujud dan rupa orang tersebut. Semuanya bermula saat Hilya mendengar suara merdu nan lembut tiap waktu salat tiba. Ya, Hilya menyukai si Muazin itu hanya dengan mendengar suaranya. BLURB : "STOP! STOP!," Anna yang sedaritadi diam menyaksikan bangkit dari duduknya. Menatap Rakha dingin, "kamu? Rakha, kan? Yang kemarin nyatain perasaan ke Hilya?. Mendingan pergi, deh!." Anna tersenyum samar bersamaan dengan wajahnya yang kembali dingin. __ "Saya terima nikah dan kawinnya Aqlima Razanna...." Tak lama setelah itu kata 'sah' pun terucap, disambut dengan lafadz hamdallah dari para tamu yang hadir. Tak kuasa membendung air mata, Hilya menunduk dalam guna menghindari tatapan orang disekitar yang bisa saja melirik ke arahnya. Sementara Anna, gadis berpashmina putih itu menoleh ke arah belakang. Terlihat dari posisi duduknya saat ini, Hilya tengah menunduk. Tak bisa dipastikan ekspresi sahabatnya itu. Walau, Hilya sendiri pernah mengatakan padanya bahwa dia tidak ada perasaan apapun terhadap lelaki yang kini telah menjadi teman hidupnya. Tetap saja, rasa was-was melingkupi sebagian hati kecilnya. Anna takut, apa yang Hilya katakan waktu itu adalah upaya gadis itu agar pernikahannya dengan Rakha berjalan dengan lancar. Sedangkan perasaan gadis itu terhadap lelaki disamping masih berbekas. Ia takut hal itu ada pada Hilya. Ia takut menyakiti Hilya. Disini, puncak permasalahan berasal dari dirinya. __ Bahagia atau sedihkah, ketika aku telah mengetahui siapa si Pemilik Suara itu?. -Hilya Mafaza Azizi- __ Kini aku semakin percaya dengan pribahasa ini 'Jodoh itu seperti setumpukan tempe, tidak ada yang tahu', begitu. -Penulis- __ Kisah yang sungguh rumit? Kalian berhasil menemukan nya. Inilah dia!. __ Published on 09 April 2019 Finished on 30 Mei 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines