Surat untuk Jogja

Surat untuk Jogja

  • WpView
    Reads 2,789
  • WpVote
    Votes 209
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 6, 2023
Dua tahun sudah puluhan surat dikirimkannya ke sebuah alamat di Jogja. Hal ini pun ia lakukan tanpa sepengetahuan keluarga. Mayang hanya sedang berusaha memanggil sosok yang disayanginya untuk lekas pulang. Mayang hanya ingin menenun waktu barang sedetik saja bersamanya. Mayang tahu, Apak, Ina, dan Kakak sangat berhasil menyembunyikan 'sesuatu' dalam denyut kehidupan kota Jogja selama belasan tahun darinya. "Jogja, aku masih kecil. Tunggu aku besar untuk menjemputmu atau kau yang datang padaku." "Jogja, kau akan mengirimkan sepotong senyum dari seseorang di sana untukku. Iya, begitu 'kan?" "Jogja--" Sekian malam kata-kata ia semayamkan. Tiap minggu surat-surat dikirimkan. Untuk seseorang di Jogja.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ku jumpai kamu di sepertiga malamku
  • WHO IS ABOVE DINAR ?
  • Keluarga di Ujung Senja
  • Imam Dalam Tahajud (Completed)
  • Jejak bayang
  • Secretly Yours
  • Tentang Kamu, Nadia
  • Back to Istiqomah [END]

Di pertemukan dengan seorang pemuda kaku dan kalem, membuat Atmosfer kehidupan yang shakila jalani selama ini yang awalnya baik baik saja, seakan berbuah 187 derajat menjadi lebih berwarna. Sore itu pertemuannya yang tampa di sengaja, seakan takdir menuntun langkah mereka untuk datang ke tempat yang sama. Membuat Arkana dan shakila di pertemukan kembali, Bahwa mereka dulu pernah berada di tempat yang sama menuntut ilmu, satu sekolah namun tidak saling mengenal. Kisah persahabatan dua manusia berbeda jenis, yang terhalang kesepakatan persahabatan yang sebelumnya sudah mereka buat. Agar tidak jatuh kedalam perasaan masing-masing, karena Prinsip-prinsip islam yang sudah shakila pegang sejak kecil. Membuat takdir yang mereka jalani seakan menjadi dinding penghalang di antara mereka. Kita memang berjalan di tempat yang sama dengan takdir yang berbeda, namun dengan izinnya, kita di pertemukan kembali dengan cara yang begitu unik, untuk menjemput takdir bersama. ~Shakila~ [Spritual-∆Romance]

More details
WpActionLinkContent Guidelines