Surat untuk Jogja

Surat untuk Jogja

  • WpView
    Reads 2,782
  • WpVote
    Votes 209
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 6, 2023
Dua tahun sudah puluhan surat dikirimkannya ke sebuah alamat di Jogja. Hal ini pun ia lakukan tanpa sepengetahuan keluarga. Mayang hanya sedang berusaha memanggil sosok yang disayanginya untuk lekas pulang. Mayang hanya ingin menenun waktu barang sedetik saja bersamanya. Mayang tahu, Apak, Ina, dan Kakak sangat berhasil menyembunyikan 'sesuatu' dalam denyut kehidupan kota Jogja selama belasan tahun darinya. "Jogja, aku masih kecil. Tunggu aku besar untuk menjemputmu atau kau yang datang padaku." "Jogja, kau akan mengirimkan sepotong senyum dari seseorang di sana untukku. Iya, begitu 'kan?" "Jogja--" Sekian malam kata-kata ia semayamkan. Tiap minggu surat-surat dikirimkan. Untuk seseorang di Jogja.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Keluarga di Ujung Senja
  • Takdir Cinta [END]
  • Tentang Kamu, Nadia
  • "Jejak Langkah Widya"
  • Imam Dalam Tahajud (Completed)
  • Love Till Jannah [END]
  • Aku Dan Sebuah Do'a (Sudah Terbit)
  • Jejak bayang
  • Secretly Yours

⚠️ follow sebelum baca⚠️ ⚠️No plagiat⚠️ Apakah ada seorang pria yang rela menunggu kepergian istrinya selama dua bulan, tanpa tahu pasti di mana keberadaannya, tanpa henti mencarinya meski hanya bayangnya yang tersisa? Tentu saja ada... Dia adalah Aidan Zayn Alfarizi seorang pemuda laki-laki yang tidak hanya mencintai dengan hati, tapi juga dengan ketulusan yang berlandaskan iman. Cintanya bukan cinta biasa. Ia mencintai dalam diam, dalam sabar, dan dalam doa yang tak pernah putus. "Cinta saya kepadanya, tak ada yang tahu seberapa dalam dan besarnya, kecuali lillahi ta'ala." ~Aidan Zayn Alfarizi~ ♡♡ "Itu adalah bukti dari saya. Al-Qur'an itu adalah Al-Qur'an yang pernah menemani perjuangan saya dalam menghafalnya. Saya memberikannya kepadamu sebagai bukti bahwa saya mencintaimu karena Allah. Saya ingin Al-Qur'an ini tidak hanya membawa keberkahan untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk wanita yang kucintai. Dan sekarang, giliranmu, gunakanlah Al-Qur'an itu untuk menemanimu dalam perjuangan menghafalnya." Kata-kata itu tak sekadar janji. Tapi juga adalah bukti bahwa cinta sejati yang membawa menuju kebaikan, bukan sekadar romansa kosong. Namun takdir berkata lain. Cinta mereka diuji. Layla Zahra Al-Farah, wanita yang dicintai Aidan, sekaligus istrinya, menghilang. Selama dua bulan, Aidan terus mencarinya. Ia tak pernah berhenti berharap, meski yang lain menyuruhnya menyerah. Akan tetapi Ia percaya, cinta yang ditanam karena Allah tak akan tumbuh sia-sia. Apakah takdir akan mempertemukan mereka kembali? Ataukah mereka harus merelakan cinta itu terkubur oleh waktu? 📖 Yuk, ikuti kisah Aidan dan Layla. Kisah tentang rindu yang tak terucap, kehilangan, dan cinta yang menuntun menuju Allah. 💗 Jangan lupa vote dan komen ya! Dukungan kalian sangat berarti untuk kelanjutan cerita ini. Jangan jadi pembaca gelap, karena satu dukungan kecil dari kalian bisa menjadi cahaya bes

More details
WpActionLinkContent Guidelines