Diary✅
  • WpView
    Reads 279
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 30, 2020
*Complete* .....Umm, saya tuh bukan manusia di bumi ini." Aku mengerutkan alis. "Saya datang ke bumi karna....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Transmigrasi Brandal Bandung || {on going}
  • Hazel (Sudah Terbit)
  • Chronicles of Laurent : Bangkit di Dunia Fiksi (AMNSE)
  • MY LOVEABLE BOYFRIEND X SUHO
  • MY BIG BOSS
  • The Second World [END] ✔
  • future destiny for antaginis
  • TRANSMIGRASI??BODO AMAT!!! [END]

Zoya Naditya Winter tumbuh dari rumah yang runtuh perlahan. Perceraian orang tuanya menjadi awal dari kehancuran, disusul kehadiran seorang wanita bermuka manis yang diam-diam merenggut segalanya. Sosok ayah yang dulu ia kenal sebagai pelindung berubah menjadi pria asing-dingin, keras, dan kehilangan hati. Hidup Zoya tak pernah benar-benar membaik; hari demi hari justru semakin memburuk, seolah semesta terus menagih luka. Hingga pada suatu malam yang kelam, amarah dan prasangka menelan akal sehat. Tuduhan keji dilontarkan, pertengkaran pun pecah, dan tanpa aba-aba, sebuah peluru melesat menembus dadanya, mengakhiri segalanya. Pada malam itu, nyawanya direnggut oleh sosok yang seharusnya menjadi cinta pertama bagi seorang anak perempuan-cinta yang menjelma menjadi luka paling kejam. Namun kematian bukanlah akhir. Zoya terbangun dalam tubuh seorang gadis SMA bernama Cassie Bridget Ocean Baskara-sosok yang dikenal angkuh, arogan, dan sombong, hidup dalam balutan kemewahan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Cassie memiliki segalanya: keluarga yang utuh, harta berlimpah, kekuasaan, nama besar yang disegani, serta paras yang nyaris sempurna. Sebuah kehidupan yang berdiri jauh di atas hidup Zoya-gadis yang tumbuh bersama kehilangan dan jarang mengenal kebahagiaan. Namun di balik nama yang dipuja dan senyum yang selalu tampak utuh, tubuh ini menyimpan luka yang lama terkubur. Cassie telah belajar bertahan dengan caranya sendiri, mengunci trauma dalam gelapnya langit, menyimpan ketakutan dalam dentuman petir. Ia tertawa di hadapan dunia, namun runtuh sendirian setiap hujan datang. Hingga suatu hari, kilat menyambar tanpa aba-aba, hujan jatuh deras, dan kepanikan itu pecah di depan banyak mata-membuka rahasia yang tak lagi mampu disembunyikan. Saat itulah Zoya mengerti, kehidupan ini bukan tentang dua jiwa yang saling berbagi luka, melainkan satu jiwa yang harus hidup dengan ketakutan dan kenangan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines