GMO (gagal move on)

GMO (gagal move on)

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 30, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsmoveon
Fernan, usianya di bawahku dua tahun. Dia adalah sahabatku sejak kecil. kami pacaran cuma coba-coba. Setelah bosan, kami kembali bersahabat. Fernan masih akrab dengan keluargaku. Selain Fernan, aku juga dekat dengan Aro, salah satu dosen yang mengajarku. Namun, aku hanyalah teman dekat menurutnya. Aku terombang ambing dengan hubungan yang tak jelas. Berita menyedihkan. Aro bertunangan dengan seseorang yang ku hormati yaitu dosen pembimbingku, yang dengan sabar mendampingiku. Di saat Aro sudah bersama Bu Sidqia, Fernan pun menghilang selama seminggu lebih. Kenyataan membawaku kepada lubang yang Pahit. Fernan sudah mencintai seseorang. Namanya Mesya yuniorku yang juga seangkatan dengan Fernan. Dan sialnya Fernan meminta bantuan kepadaku untuk mencomblangkan dia dengan seseorang yang di cintainya. Mampukah aku bertahan..? Bisakah aku mengikhlaskannya..? mampukah aku melupakannya..? Entahlah..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • Ayesha Transmigration
  • My Lovely Brondong
  • My Bromance [18+] End
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines