Catatan Nadira

Catatan Nadira

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 10, 2020
Nadira namanya biasa orang memanggilnya dengan sebutan Dira. sesosok wanita yang sangat ceria, pintar, sopan, ramah. Dikesehariannya ia disibukkan dengan berbagai macam aktivitas yang ia geluti sebagai Mahasiswi Psikologi disalah satu Universitas di Palembang. Sampai akhirnya ia menderita penyakit Leukimia yang entah sejak kapan menyerangnya. Keadaannya berubah, keluarganya menutupi penyakit yang Dira alami sjehingga membuatnya kecewa pada akhirnya. Sampailah datangnya seorang Dokter tampan mengenakan jas putih kebanggaannya datang kepadanya untuk memeriksa keadaannya hingga kedua belah mata mereka saling bertemu dan mengungkapkan seribu tanya. "Nadiraa..??"
All Rights Reserved
#12
nadira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Persimpangan Hati
  • SAKIT
  • ARAVIER [ON GOING]
  • Dera 4
  • ARIEANNA
  • Fake Nerd [Completed]
  • FAKE BOYFRIEND [Completed]
  • I'm not perfect [END]
  • The Devil Cruel [COMPLETED]
  • Sad girl

Di Persimpangan Hati Nadira adalah gadis berusia 17 tahun yang tampak tenang di luar, tetapi menyimpan badai di dalam hatinya. Wajahnya lembut, dengan sorot mata yang kerap terlihat sendu dan tampak menerawang, seolah selalu mencari jawaban yang tak pernah terucap. Nadira adalah tipe yang diam-diam memikul beban, lebih memilih memendam luka dan kesedihannya dalam hati daripada menceritakannya kepada orang lain. Di persimpangan hatinya, Nadira berdiri dengan keraguan yang tak pernah reda. Selalu berusaha tegar, ia sering tersenyum meski hatinya terasa kosong. Hatinya kerap dihantui oleh rasa tidak percaya diri, terutama setelah bertahun-tahun hidup di bawah bayang-bayang kakaknya yang lebih sukses dan lebih dihargai oleh keluarganya. Walau sering mencoba meyakinkan diri bahwa ia baik-baik saja, kenyataan terus-menerus mematahkan keyakinannya itu. Dalam kesunyian malam, Nadira sering terjaga, mengobati luka-lukanya yang tak terlihat, sambil mempertanyakan arah yang ingin ia tempuh. Hatinya selalu terbelah antara ingin melangkah maju dan bertahan dengan perasaan yang membuatnya terpaku. Ia rindu untuk bebas, untuk berdiri di atas pilihannya sendiri tanpa rasa takut akan pandangan orang lain. Namun, di persimpangan itu, Nadira tetap bimbang-antara hati yang ingin pulih dan kenyataan yang terus mengajaknya untuk bertahan. Ditulis sejak 29 Maret 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines