Dear Seam || MarkLee

Dear Seam || MarkLee

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 10, 2020
WpInfo
Fanfic
NCT
"Seam. Lo beneran masih sama cewe lo itu?" "Gua gak punya cewe dan juga gua gak punya pacar" Seam menatap tajam wanita didepannya. "Are u seriously?" Wanita didepannya menatapnya dengan mata berbinar dan jangan lupakan juga, dia sedikit menyunggingkan senyumnya mendengar jawaban Seam. "Karena, bagi gua dia segalanya. Buat gua entah itu pengganti bunda gua, papah gua, teman,sahabat, dan dia tempat ternyaman ketiga selain allah dan rumah. Jadi, dia segalanya buat gua. Gua gak akan bilang dia cewek gua atau pacar gua. Karena, dia udah mencakupi semuanya. Paham!?" lanjut Seam yang membuat senyuman wanita itu luntur seketika dan menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. - Cerita ini murni pemikiran author sendiri. - DILARANG KERAS PLAGIAT!! - Jangan lupa vote and coment ok. HAPPY READING GUYS -!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Couple Goals [Completed]
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • Cukup Mengagumimu [SELESAI]
  • Enough Love Not For Own [HIATUS]
  • ALFIAN BAGASKARA
  • SPOILEDBOY
  • The Nerd (COMPLETED)
  • Unfriend • Completed

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines